Iran-Rouhani-ErdoganAnkara, LiputanIslam.com – Kunjungan delegasi tinggi Iran di bawah pimpinan Presiden Hassan Rouhani ke Turki tidak hanya membawa misi peningkatan peningkatan hubungan bilateral kedua negara, melainkankan juga mengemban misi penyebaran gagasan “Dunia Anti Kekerasan dan Ekstrimisme” (WAVE).

Dalam pertemuan pertama Dewan Strategi Hubungan Bilateral Iran-Turki di Ankara, Turki, Senin (9/6/2014) kedua pihak sama-sama menekankan gagasan yang telah diusung Iran dan mendapat pengesahan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut.

Menurut laporan IRNA, dalam pertemuan yang berlangsung di Istana Perdana Menteri Turki tersebut, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, “Kunjungan ini merupakan satu permulaan untuk pengembangan hubungan diplomatik, ekonomi dan kebudayaan antara kedua negara serta untuk kerjasama regional dan global.”

Presiden Iran juga menyebutkan bahwa negaranya merupakan salah satu negara yang paling aman untuk kegiatan investasi di kawasan Timur Tengah.

“Dalam beberapa tahun mendatang, proses investasi di Iran akan terus meningkat, dan dalam hal ini para investor Turki juga memprioritaskan Iran. Di samping itu, sektor swasta Iran juga siap sepenuhnya untuk melakukan investasi timbal balik,” ujar Rouhani.

IRNA menyebutkan bahwa dalam pertemuan ini Teheran dan Ankara juga telah meraih kata sepakat mengenai strategi dan pendekatan kolektif menyangkut upaya menumpas radikalisme, kekerasan, terorisme dan sektarianisme, upaya memperluas perdamaian dan stabilitas antarnegara regional Timur Tengah, dan upaya merealisasikan aspirasi bangsa-bangsa regional dan negara-negara Islam.

Dalam jumpa pers bersama Perdana Menteri Turki Recep Tayep Erdogan, Rouhani mengatakan, “Kedua pihak sudah membincangkan kerjasama untuk memerangi ekstrimisme dan kekerasan di kawasan. Dua negara kuat di kawasan ini bertekad dan siap menggalang kerjasama di bidang ini.”

Dia menambahkan, “Ekstrimisme dan kekerasan merugikan semua negara. Beberapa negara, termasuk negara-negara Barat, yang pernah membantu ekstrimisme atau melakukan pembiaran dalam masalah ini sekarang justru menyesal. Iran dan Turki adalah dua negara kuat dan Muslim di kawasan serta sama-sama meyakini bahwa Islam adalah agama penebar rahmat. Kerjasama kedua negara dalam perang melawan radikalisme dan kekerasan akan sangat berpengaruh.”

Di pihak lain, Erdogan berharap pertemuan pertama Dewan Strategi Hubungan Bilateral Iran-Turki dapat membuka peluang untuk menciptakan suasana baru dalam hubungan kedua negara.

“Dalam pertemuan bilateral dengan Bapak Rouhani dna dalam rapat Dewan Strategi Hubungan Bilateral kedua pihak telah membahas dan mendiskusikan berbagai isu penting,” ungkap Erdogan.

“Hubungan Iran-Turki mengalami perluasan pasca terpilihannya Dr. Rouhani sebagai presiden Iran,” lanjutnya.
Dalam pertemuan para menteri dan anggota delegasi kedua negara juga telah memaparkan persamaan pendapat kedua pihak untuk menerapkan dokumen-dokumen kerjasama yang telah ditandatangani bersama. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL