Teheran, LiputanIslam.com –  Sekjen Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran Laksamana Ali Samkhani menyatakan negara ini dan Rusia meningkatkan koordinasi untuk mencegah intervensi ilegal Amerika Serikat (AS) di Suriah, karena terlihat adanya “upaya terbuka” AS untuk menguatkan mental para teroris dan mempertahankan keberadaan mereka di sejumlah wilayah yang mereka kuasai.

Hal ini dia ungkapkan terkait dengan kontak telefonnya dengan Direktur Dinas Keamanan Federal Rusia Nikolai Patrushev, Selasa (4/7/2017), di mana keduanya membicarakan proses penguatan koordinasi antar badan keamanan nasional kedua negara dan kerjasama bilateral mengenai krisis Suriah dan pertemuan di Astana.

Samkhani mengapresiasi kontinyuitas kerjasama kedua negara yang, menurutnya, urgen dalam proses pemberantasan terorisme, pemulihan stabilitas, dan penjagaan gencatan senjata. Dia menegaskan harus diambil langkah-langkah efektif untuk menutup celah bagi para teroris yang sudah kalah perang untuk menyalahgunakan kondisi gencatan senjata tentara Suriah dengan para pemberontak.

Menurut, AS sedang melakukan beberapa tindakan untuk membuka kemungkinan terjadinya eskalasi di kawasan dan memperkuat kubu teroris.

“Penguatan koordinasi antara Iran dan Rusia untuk mencegah intervensi AS di Suriah dan mencegah kelancangan terhadap integritas Suriah dan persatuan nasionalnya tergolong urgen dalam proses kerjasama Teheran-Moskow,” katanya.

Dia menambahkan, “Ada operasi terbuka yang bertujuan menguatkan mental teroris dan memperkuat mereka di sejumlah kawasan yang dikuasai oleh kawanan takfiri bersenjata. Hal ini dilakukan AS dengan menyerang posisi-posisi tentara Suriah, dan ini menyalahi resolusi Dewan Keamanan dan Piagam PBB.”

Di pihak lain, sembari menyinggung pertemuan babak ke-5 antara pemerintah Suriah dan oposisi di Astana, Kazakhstan, Nikolai Patrushev juga menekankan keharusan penguatan koordinasi Rusia-Iran untuk membatasi sarana penyebaran pasukan pengawas gencatan senjata.

“Demi kemajuan kesepakatan dan demi menjaga gencatan senjata yang telah dihasilkan di Surian, sangat penting pembatasan sarana implementasi penjagaan dan pengawasan gencatan senjata,” ungkapnya.

Dia mengaku gembira atas apa yang telah dicapai di lapangan maupun di forum politik dari kerjasama Rusia-Iran dalam pemberantasan terorisme di Suriah. Dia mengingatkan bahwa segala upaya politik untuk penumpasan teroris  akan sia-sia jika berada di luar koridor prakarsa yang sedang berjalan dan telah menyediakan peluang bagi gencatan senjata di Suriah.

Perundingan damai Suriah babak ke-5 di Astana telah dimulai Selasa kemarin dan akan berlanjut hingga hari ini. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL