ظريف: توصلنا الى حلول ومستعدون لبدء صياغة الاتفاق فوراLaussane, LiputanIslam.com – Iran dan enam negara besar dunia yang tergabung dalam P5+1 menyatakan mereka telah mencapai kesepahaman umum yang tersendiri dan komprehensif mengenai pembatasan program nuklir Iran, meskipun para pejabat Barat mengatakan masih banyak hal-hal detail yang perlu diselesaikan sebelum kesepakatan final dicapai pada bulan Juni mendatang.

Mereka membuat statemen bersama Kamis (2/4/2015) setelah melakukan pembicaraan secara maraton di Laussane, Swiss, yang antara lain untuk menghapus resolusi Dewan Keamanan PBB dan sanksi terhadap Iran. Statemen itu dibacakan dalam sebuah konferensi pers bersama di Laussane oleh perwakilan tinggi Uni Eropa, Federica Mogherini, dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif.

Seperti dilaporkan PressTV, sesuai kerangka perjanjian yang tertuang dalam statemen, tidak ada fasilitas nuklir Iran, termasuk aktivitas sebelumnya, yang akan dihentikan atau ditangguhkan, dan aktivitas nuklir Iran di semua fasilitas nuklirnya, termasuk Natanz, Fordow, Isfahan dan Arak akan terus berlanjut.

Solusi itu menjamin kontinyuitas program pengayaan uranium di dalam wilayah Iran sendiri, dan dengan demikian Iran diperkenankan melanjutkan produksi bahan bakar nuklir yang digunakan untuk mengoperasikan pembangkit listrik tenaga nuklirnya.

Sesuai solusi itu, Rencana Aksi Kemitraan Komprehensif (JCPOA) untuk program pengayaan uranium akan mencakup periode 10 tahun, di mana lebih dari 5.000 mesin sentrifugal akan terus memproduksi bahan yang diperkaya hingga taraf 3,67 persen di fasilitas nuklir Natanz.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) akan mengemas mesin tambahan dan infrastruktur terkait di fasilitas tersebut untuk diganti dengan mesin-mesin baru yang sesuai dengan standar diperbolehkan. Dengan demikian, Iran akan diperkenankan mengalokasikan persediaan bahan terkayakan yang sudah tersedia, baik untuk produksi bahan bakar nuklir maupun untuk dibarter dengan uranium di pasar internasional.

Selama periode 10 tahun perjanjian itu, Iran dapat melanjutkan program riset dan pengembangan masin sentrifugal, dan dapat pula menjaga, memulai dan menyelesaikan riset dan pengembangannya pada mesin-mesin IR-4, IR-5, IR-6 dan IR-8.

Sementara itu, Javad Zarif mengapresiasi resistensi dan kesolidan rakyat Iran selama berlangsungnya negosiasi nuklir Iran dan menyebutnya sebagai bukti bahwa bangsa Iran tidak kenal kata kompromi dalam mempertahankan hak dan kepentingannya yang sah.

“Melalui resistensi dan kesabarannya, rakyat Iran telah menunjukkan bahwa mereka pantang menyerah kepada tekanan,” ungkapnya kepada wartawan menyusul pembicaraan maraton di Laussane. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL