Teheran, LiputanIslam.com   Jubir Kemlu Iran Behram Ghasemi menyatakan telah terjadi pertemuan antara Menlu Iran Mohammad Javad Zarif dan sejawatnya dari Mesir, Sameh Shoukry, dan pertemuan yang berlangsung di markas PBB di New York, Amerika Serikat, ini diharapkan dapat meningkatkan komunikasi dan dialog antara Teheran dan Kairo.

Seperti dilansir Fars News Agency milik Iran, dalam jumpa pers mingguannya di Teheran, ibu kota Iran, Senin (26/9/2016), Ghasemi  menjawab pertanyaan wartawan yang menyebutkan bahwa Arab Saudi marah atas pertemuan Menlu Iran dan Menlu Mesir tersebut.

Ghasemi mengatakan bahwa pertemuan di sela-sela sidang Majelis Umum PBB ini dilakukan dalam rangka menjalankan kebijakan Teheran untuk tetap menjaga komunikasi dan perundingan Iran dengan negara-negara regional  mengenai perkembangan situasi regional.

“Ironisnya, Saudi masih terus menjalankan kebijakan anti Iran, dan tak ada indikasi mereka mundur dari sikap-sikapnya yang tak bertanggungjawab,” katanya.

Mengenai sikap Iran terhadap perkembangan situasi di Suriah dia mengatakan bahwa pendirian Iran secara umum terhadap Suriah “tetap jelas, solid dan tak akan berubah,” yakni bahwa krisis Suriah tak dapat diselesaikan secara militer, melainkan harus melalui jalur diplomatik semata.

“Solusi diplomatik memerlukan gencatan senjata dan ketenangan, sementara untuk mencapai gencatan senjata diperlukan pencegahan pengiriman senjata dan logistik kepada kelompok-kelompok yang berperang, terutama kelompok-kelompok teroris yang aktif di Suriah,” ujarnya.

Jubir  Kemlu Iran menambahkan, “Gencatan senjata tidak mungkin terjadi ketika kelompok-kelompok teroris terdesak dan terkepung, karena gencatan senjata saat itu tak ubahnya dengan kesempatan bagi mereka untuk memulihkan kekuatan lagi untuk kemudian melanjutkan tujuan-tujuan teror dan destruktifnya.”

Menanggapi pernyataan Menlu Perancis dan Menlu Inggris mengenai kejahatan perang di Suriah, Ghasemi menegaskan, “Orang-orang yang berbicara mengenai kejahatan perang harus tahu diri karena mereka sendiri terlibat dalam berbagai kejahatan perang lebih daripada orang lain. Bukan hanya di Suriah sekarang, melainkan juga pada dekade-dekade silam dengan menyokong Saddam, membangkitkan semua krisis yang terjadi kawasan, memberikan tempat perlindungan bagi kelompok-kelompok teroris serta memberikan dukungan materi, mental dan politik kepada mereka.”

Lebih lanjut dia menegaskan bahwa jangan harap akan ada kesepakatan tanpa partisipasi Iran.

“Kedudukan Iran di kawasan dan Suriah sudah sedemikian kuat sehingga tak mungkin diterapkan kesefahaman dan kesepakatan apapun tanpa partisipasi dan persetujuan Iran,” tegasnya.  (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL