Beirut, LiputanIslam.com –  Hizbullah Lebanon merilis statemen mengecam serangan kawanan teroris terhadap warga Kristen Koptik di Mesir. Kelompok pejuang Islam pimpinan Sayyid Hassan Nasrallah ini menyebut serangan itu sebagai kejahatan baru kelompok teroris dalam menistakan kehormatan nyawa manusia dan  mereka setiap hari selalu saja menambah luka baru pada tubuh umat Islam.

Hizbullah mendesak semua pihak terkait agar mengambil sikap serius dan jujur serta melakukan tindakan kongkret dalam  penumpasan terorisme yang bersembunyi di balik simbol agama.

Kutukan terhadap serangan teror tersebut juga dinyatakan oleh Kemlu Iran dengan menyebut serangan itu sebagai wujud nyata sektarianisme yang didukung oleh pihak-pihak tertentu. Kemlu Iran menyatakan belasungkawa kepada keluarga korban serta pemerintah dan seluruh rakyat Mesir atas tragedi teror ini.

Lebih dari 30 orang yang banyak di antaranya anak kecil terbunuh akibat serangan kawanan bersenjata terhadap sebuah bus yang membawa pengunjung sebuah biara di Minya, daerah kantung warga Koptik di selatan Kairo, ibu kota Mesir.

Gubernur Minya Isam al-Badyawi kepada TV resmi Mesir mengatakan bahwa kawanan bersenjata telah menembaki sebuah bus pembawa warga Koptik dalam perjalanan menuju Biara St. Manuel di Minya, 250 km selatan Kairo, sebelum kemudian kawanan itu kabur. Dia menambahkan bahwa kawanan itu menggunakan senapan otomatis.

Menteri Kesehatan Mesir Ahmad Imadudin mengatakan jumlah korban meninggal meningkat menjadi 28 orang, dan 13 orang sudah keluar dari rumah sakit.

Penasehat menteri kesehatan bidang rawat darurat Sharif Wadi menyebutkan banyak anak kecil di antara para korban.

Polisi melakukan penyisiran di kawasan sekitar lokasi kejadian serta mendirikan barikade-barikade untuk mencari pelaku serangan.

Kemendagri Mesir menjelaskan, “Sekelompok orang tak dikenal telah menggunakan tiga kendaraan roda empat dan melepaskan tembakan sercara membabi buta.”

Bus yang diserang itu membawa 40 penumpang. Menurut al-Youm7, beberapa saksi mata menceritakan bahwa 10 kawanan bersenjata yang mengenakan penutup muka dan seragam militer telah mencegat bus itu kemudian menjarah barang-barang penumpang lalu memberondong mereka dengan peluru.

Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menginstruksikan penyelenggaraan rapat keamanan untuk mempelajari dampak tragedi Minya ini.

Imam Besar al-Azhar Syeikh Ahmed al-Tayeb yang sedang berada di Jerman menyebut serangan itu ditujukan untuk mengacaukan stabilitas dan keamanan Mesir.

April lalu kawanan teroris meledakkan dua gereja di Alexandria mengakibatkan 36 orang tewas dan 100 lainnya luka-luka.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggungjawab atas serangan di Minya, namun serangan teror di Mesir biasanya dilakukan oleh kelompok teroris yang menamakan dirinya Wilayat Sinai dan berafiliasi dengan kelompok teroris ISIS. (mm/almanar/rayalyoum/alyoum7)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL