Teheran, LiputanIslam.com – Pemerintah Iran menyatakan pihaknya sedang bersiap meningkatkan volume pengayaan uranium jika perundingannya dengan Eropa untuk mempertahankan kesepakatan nuklir Iran membentur jalan buntu.

Wakil Ketua Badan Tenaga Atom Iran Behrouz Kamalvandi yang juga menjadi juru bicara lembaga ini dalam jumpa pers di Teheran, Selasa (17/8/2019), mengatakan, “Kami telah menempuh tindakan-tindakan yang bertujuan menambah level pengayaan (uranium) jika dirasa perlu dan jika perundingan dengan Eropa gagal.”

Dia menambahkan, “Kami tentunya masih konsisten menerapkan janji-janji yang termuat (dalam perjanjian nuklir), tapi disaat yang sama kami mempertimbangkan segala skenario dan bersiap… Sejauh ini kami belum keluar dari kerangka (perjanjian).”

Perjanjian nuklir yang diteken Iran dengan negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman pada 2015 telah membebaskan Iran dari sanksi internasional terkait dengan program nuklirnya. Namun, pada Mei lalu Presiden AS Donald Trump menyatakan mundur dari perjanjian ini dan akan menerapkan kembali sanksinya terhadap Iran.

Di pihak lain, Inggris, Perancis, Jerman dan Uni Eropa masih mematuhi perjanjian nuklir Iran, dan pada Juli lalu mengajukan kepada Iran serangkaian jaminan ekonomi untuk mempertahankan perjanjian ini, namun Iran memandangnya belum memadai.

Perundingan Iran dengan pihak Eropa masih berlanjut. Jubir Kemlu Iran Behram Qasemi Senin lalu mengatakan bahwa perundingan ini bisa jadi akan menelan waktu beberapa pekan. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*