Teheran, LiputanIslam.com –  Pemerintah Iran membantah dan mengecam tudingan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo bahwa Teheran campur tangan dalam urusan internal Venezuela.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Mousavi, Ahad (14/4/2019), menyebut klaim itu “konyol”, dan balik menyeru Washington agar berhenti mencampuri urusan dalam negeri Venezuela dan menyerang Iran dengan “terorisme ekonomi”.

Mousavi mengakui bahwa ada sekelompok ahli Iran yang datang ke Venezuela, namun mereka hanyalah untuk “meningkatkan sistem air dan listrik di Venezuela” atas permintaan pemerintah Caracas.

Dia menjelaskan bahwa hal itu dilakukan ketika “AS telah menjarah cadangan devisa Venezuela senilai US$ 30 miliar, menarget bangsa Venezuela dengan terorisme ekonomi, dan meminta mereka untuk melakukan kerusuhan terhadap pemerintah mereka yang sah atau menghadapi kelaparan.”

Mousavi mengutuk AS karena sedemikian “terang-terangan” mencampuri urusan internal Venezuela.

“AS di bawah Trump berusaha mengubah Amerika Latin menjadi halaman belakangnya, sama seperti di abad ke-19. Namun, negara-negara di dunia, terutama orang-orang Amerika Latin, telah sadar dan roda waktu tidak akan bergerak mundur,” ujar Mousavi.

Sehari sebelumnya, Pompeo mengklaim bahwa Iran secara finansial eksis di Amerika Selatan.

“Uang Iran di Amerika Selatan digunakan untuk tujuan memfitnah, mendukung Hizbullah, mendukung organisasi kejahatan transnasional, mendukung upaya terorisme di seluruh wilayah,” ujar Pompeo kepada Voice of America, Sabtu.

“Ini adalah campur tangan Iran di Amerika Selatan. Itu bukan demi kepentingan terbaik rakyat Amerika Selatan, dan Amerika Serikat siap,” tambahnya.

Pompeo berbicara demikian saat singgah di Paraguay dalam kunjungan yang disebut Washington akan fokus pada perkembangan di Venezuela. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*