pertemuan ttg suriah di winaWina, LiputanIslam.com – Delegasi Iran peserta perundingan mengenai krisis Suriah di Wina, Austria, membantah kabar yang beredar bahwa Iran menyetujui pelengseran Bashar al-Assad dari jabatannya sebagai presiden Suriah. Demikian dilaporkan IRNA, Jumat kemarin (30/10).

Beberapa media sebelumnya melaporkan bahwa Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Urusan Arab dan Afrika Hussain Amir Abdollahian menyatakan pihaknya menyetujui pemakzulan al-Assad dalam jangka waktu enam bulan ke depan.

Para menlu dari 15 negara serta wakil Menlu Cina dan perwakilan tinggi Uni Eropa dan PBB Jumat kemarin mengadakan pertemuan di Wina untuk mencarikan solusi bagi krisis Suriah.

Disebutkan bahwa pertemuan tahap kedua akan diselenggarakan di kota yang sama dengan melibatkan pemerintah dan oposisi Suriah.

Beberapa koran Lebanon, termasuk al-Akbar, menilai keterlibatan Iran dalam perundingan Wina menandakan bahwa Washington kembali mengakui kekuatan dan posisi Teheran, dan bahwa krisis Suriah tidak mungkin dapat diselesaikan tanpa keterlibatan Iran.

“Keterlibatan Iran dalam perundingan Wina tak kalah pentingnya dengan badai serangan Sukhoi Rusia dalam perang langsung melawan kelompok-kelompok teroris di Suriah… Dua langkah penting ini saling melengkapi,” tulis al-Akbar.

Di pihak lain, Israel gelisah menyaksikan keterlibatan Iran dalam perundingan Wina. Menurut IRNA, meskipun kegelisahan itu tak diungkapkan langsung oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu maupun para menterinya, namun hal itu terlihat dalam pernyataan para analis negara Zionis tersebut bahwa keterlibatan Iran di Wina merupakan satu kemenangan bagi Iran atas Israel di Timteng.

TV Israel Channel 10 melaporkan adanya keresahan di kalangan para pengambil keputusan di Tel Aviv terkait partisipasi Iran itu.

Menurut TV ini, Israel memantau dari dekat perundingan Wina dan tidak dapat meremehkan “bahaya” keterlibatan Iran.

Sementara itu, juru bicara Presiden Rusia Dmitry Peskov menegaskan sikap negaranya tidak akan berubah terkait Suriah,
“Nasib pemerintah Suriah dan presiden negara ini, Bashar al-Assad, hanya dapat ditentukan oleh rakyat Suriah sendiri,” ungkapnya kepada wartawan di Moskow Jumat kemarin.

Dia menambahkan, “Dalam pertemuan di Wina hari ini tidak ada tema mengenai nasib Bashar al-Assad. Yang ada ialah perundingan mengenai penyelesaian persoalan negara ini melalui jalur politik.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL