Teheran, LiputanIslam.com –  Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zangeneh menepis dugaan bahwa negaranya memutuskan untuk menjual minyak melalui Rusia. Bantahan ini dia nyatakan dalam keterangan pers yang dia sampaikan usai rapat para menteri Iran di Teheran, ibu kota Iran, Rabu (31/10/2018)

“Klaim bahwa Iran memutuskan untuk menjual minyak melalui Rusia tidaklah merefleksikan fakta,” ujarnya.

Pada 5 November mendatang AS akan memulai penerapan saksinya terhadap Iran terkait dengan produksi dan ekspor perminyakan Iran, dan terhadap perusahaan-perusahaan yang bekerjasama dengan Iran sehingga berpotensi mempengaruhi pasokan minyak dunia.

Iran adalah negara eksportir minyak terbesar ketiga dalam organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) dengan volume ekspor 3.45 juta barel per hari, dan rata-rata 2.1 juta barel per hari.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa Rusia mengadakan perjanjian rahasia dengan Iran untuk memecah embargo AS, dan sesuai perjanjian ini Iran akan memindah minyaknya ke Rusia melalui Laut Kaspia, kemudian dijual ke pasaran internasional atas nama minyak Rusia.

Menteri Perminyakan Iran menyatakan bahwa Bursa Energi Teheran sejauh ini telah menjual sekira 280,000 barel minyak.

Ahad lalu Kementerian Perminyakan Iran unttuk pertama kalinya memamerkan minyak mentahnya di Bursa Energi Teheran sepekan sebelum diterapkannya gelombang kedua sanksi AS. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*