London, LiputanIslam.com – Jubir Kemlu Iran Bahram Qasemi membantah kabar bahwa Iran mengadakan perundingan rahasia dengan Rezim Zionis Israel melalui Yordania.

“Kabar mengenai adanya negosiasi para pejabat Iran dan Israel di ibu kota Yordania, Amman, adalah kabar bohong,” tegas Qasemi, Senin (28/5/2018), seperti dilansir kantor berita Iran, IRNA.

Sebelumnya, media online Elaph milik Arab Saudi melaporkan bahwa terjadi perundingan rahasia antara Israel dan Iran dengan mediasi Yordania di Amman.  Disebutkan bahwa perundingan ini berujung pada komitmen Iran untuk tidak ikut serta dalam pertempuran di provinsi Daraa dan Quneitraa di bagian barat daya Suriah.

Elaph mengklaim bahwa dalam perundingan itu kedua pihak sepakat bahwa Iran dan kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon tidak akan terlibat dalam operasi militer Suriah melawan kelompok-kelompok pemberontak di dua provinsi tersebut, sementara pasukan Yordania akan menjaga penuh wilayahnya dan mencegah adanya penyusupan ke Yordania.

Seperti dinyatakan oleh berbagai sumber kepada kantor berita Turki, Anadolu, belakangan ini Suriah sedang mengerahkan tentaranya untuk segera melancarkan operasi militer ke berbagai kawasan yang dikuasai milisi pemberontak di Daraa.

Operasi militer itu diduga akan dimulai dengan serangan tentara Suriah dari jalur timur demi  mengalahkan pemberontak di Daraa untuk kemudian mencapai pintu perbatasan Suriah-Yordania.

Dilaporkan bahwa dalam beberapa hari terakhir pasukan yang terafiliasi dengan Iran telah keluar dari sejumlah kawasan menuju kawasan militer Suriah di ujung utara provinsi Daraa dan ke Damaskus, ibu kota Suriah.

Sementara itu, channel 2 Israel mengutip pernyataan sumber papan atas Israel melaporkan bahwa dengan mediasi Rusia yang menjanjikan tidak adanya pasukan Iran dan Hizbullah di wilayah perbatasan Golan Israel menyetujui penyebaran pasukan Suriah di wilayah ini.

Wilayah yang dekat dengan titik kontak antara Suriah dan wilayah yang diduduki Israel itu tercatat sebagai zona de-eskalasi yang ditetapkan dalam perjanjian Rusia dengan AS dan Yordania pada tahun 2017.

Senin lalu Menlu Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa hanya tentara Suriah saja yang harus berada di wilayah perbatasan selatan Suriah. (mm/rayalyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*