Teheran, LiputanIslam.com –   Iran mengapresiasi kesuksesan manajemen Arab Saudi dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, dan menilai bahwa usai penyelenggaraan ibadah ini terbuka kesempatan untuk perundingan antara Iran dan Saudi selaku dua kekuatan yang berpengaruh di Timteng.

Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini yang diikuti oleh lebih dari dua juta jemaah di tanah suci Mekkah al-Mukarromah telah tuntas Senin lalu (4/9/2017).

Ali Ghazi Asgar, wakil Pemimpin Besar Iran Sayyid Ali Khamenei untuk urusan jemaah haji Iran, mengatakan, “Kami berterima kasih kepada Arab Saudi atas perlakuan barunya terhadap jemaah haji Iran.”

Hubungan diplomatik Iran dengan Saudi terputus dalam dua dua tahun terakhir, namun sebanyak lebih dari 86,000 jemaah haji Iran dapat berpartisipasi dalam ibadah haji tahun ini setelah pada tahun 2016 jemaah haji Iran absen akibat memburuknya hubungan kedua negara bertetangga di Teluk Persia ini.

Hubungan keduanya terputus pada Januari 2016 menyusul aksi unjuk rasa disertai perusakan Kedutaan Besar Saudi di Teheran. Unjuk rasa itu sendiri dilakukan oleh masyarakat Iran untuk memrotes penjatuhan vonis hukuman mati otoritas Saudi terhadap ulama besar Syiah Saudi, Syeikh Nimr Baqir al-Nimr.

Pemerintah Iran sudah memohon maaf atas insiden ini dan menindak tegas para pelaku perusakan serta aparat yang dinilai lalai menjalankan tugas pengamanan. Namun Saudi tetap enggan memaafkan Iran sehingga memilih memutus hubungannya dengan Iran.

“Setelah kesuksesan ibadah haji sekarang merupakan saat yang baik bagi negosiasi bilateral untuk penyelesaian problematika keduanya di berbagai bidang lain,” ungkap Ali Ghazi Asgar.

Dia menambahkan bahwa Pemimpin Besar Iran selalu menenkankan pentingnya pengembangan hubungan negara ini dengan negara-negara jirannya.

Sementara itu, Menlu Iran Mohammad Javad Zarif dalam wawancara dengan TV al-Mayadeen yang dilansir Selasa kemarin mengatakan “reaksi Iran akan positif” apabila Saudi bersedia mengubah sikapnya.

“Sikap Saudi berkenaan dengan Suriah, Yaman, dan Bahrain tidak akan mendatangkan manfaat apapun bagi negara ini. Saya kira Saudi akan segera menyadari bahwa di depan kita tidak ada pilihan kecuali bekerjasama di kawasan Teluk Persia,” ujarnya.

Seperti diketahui, hubungan Teheran-Riyadh juga memburuk sejak beberapa tahun silam akibat perselisihan kedua negara dalam berbagai isu regional terutama krisis di Suriah, Yaman, Irak, Bahrain, dan yang terbaru adalah krisis Qatar. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL