kapal induk USS Harry S. TrumanTeheran, LiputanIslam.com –  Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan eksistensi militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk Persia bukanlah sesuatu yang wajar, namun Iran akan menenggelamkan kapal-kapal perang dan marinir negara arogan ini jika  sampai bertindak “bodoh” di Teluk Persia.

Sebagaimana dilansir al-Alam, Selasa (10/5), peringatan keras ini dilontarkan oleh Komandan IRGC Laksamana Ali Fadavi sembari mengatakan bahwa dewasa ini ada sekitar 60 unit kapal perang asing di Teluk Persia yang sebagian besar adalah milik AS, Perancis, dan Inggris, dan IRGC beserta Angkatan Udara Iran terus memantau gerak gerik mereka semua dengan seksama saat demi saat.

Dia menjelaskan bahwa ada syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh kapal yang melintas di selat Hormuz dan perairan Iran, antara lain tidak memperlihatkan gelagat yang mengancam dalam arti harus berada satu jalur dengan kecepatan yang stabil, tidak menerbangkan pesawat terbang apapun dari kapal, sedangkan kapal selam antara lain harus terlihat di permukaan dan tidak mengaktifkan semua sistem elektroniknya.

Fadavi menegaskan bahwa kapal AS dan Inggris tak boleh melintas di perairan Iran.

“Kami tidak menganggap melintasnya kapal sebagian negara seperti AS dan Inggris sebagai sesuatu yang aman, dan karena itu negara-negara ini tidak berhak melintas melalui perairan Iran,” ungkapnya.

Dia menambahkan, “Pada tahun 2015 kami sudah menegaskan bahwa kawasan ini adalah Teluk Persia, dan orang-orang AS harus berbicara dengan kami di kawasan ini dengan bahasa Persia.”

Menurutnya, dalam kasus penangkapan marinir AS oleh Iran di Teluk Persia pada Januari lalu semua dialog dilakukan dengan bahasa Persia, namun syarat ini tidak berlaku bagi pasukan Iran sendiri yang juga menguasai bahasa Inggris.

Komandan IRGC mengingatkan AS perihal tindakan provokatifnya di zona udara kawasan Teluk Persia.

“Mereka harus tahu bahwa jika mereka melakukan tindakan bodoh maka mereka akan terhina di udara dengan keadaan yang lebih fatal daripada apa yang mereka alami di laut…  Ke manapun pasukan AS memandang di Teluk Persia maka di situ mereka melihat pasukan Iran, dan mereka tahu persis bahwa jika mereka bertindak ceroboh maka kapal-kapal perang mereka pasti akan tenggelam di Teluk Persia, Selat Hormuz dan Laut Oman,” ancamnya.

Fadavi memastikan bahwa kekuatan militer Iran yang diketahui musuh selama ini melalui apa yang dipublikasikan oleh Iran sendiri hanyalah bagian kecil di antara kekuatan Iran yang sesungguhnya.

“Masih banyak yang belum kami ungkap,” tegasnya.

Mengenai markas-markas militer IRGC di bawah tanah, Fadavi mengatakan, “Gunung-gunung yang tinggi dan kawasan-kawasan pantai yang tepat di kawasan telah menyediakan bagi kami kondisi geografis yang baik untuk pengadaan sistem pertahanan yang tangguh.”

Dia menjelaskan bahwa IRGC memiliki sebuah lembaga bernama Hira yang berspesialisasi di bidang pembangunan bunker, dan sudah aktif sejak 1990 sehingga sekarang sudah ada terbangun “kota-kota bawah tanah” yang dikhususkan untuk rudal dan kapal-kapal perang.

“Dari situlah kapal-kapal perang akan meluncur, bukan dari pelabuhan, dan ini meningkatkan level keamanan,” ungkapnya.

Di bagian akhir dia menjelaskan bahwa Iran berhasil meningkatkan kecepatan rudal-rudal laut dan torpedonya menjadi 80 knot, sementara rudal laut dan torpedo AS kecepatannya tidak lebih dari 35 knot “kecuali dalam fantasi”, dan kecepatan kapal perangnya pun juga tidak lebih dari 31 knot.  (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL