Teheran, LiputanIslam.com –   Kepala Badan Tenaga Atom Iran Ali Akbar Salehi menegaskan bahwa Iran akan kembali memperkaya uranium hingga 20% jika kesepakatan nuklirnya dengan enam negara terkemuka dunia dirasa tidak memberikan manfaat bagi negara ini.

“Persis seperti yang dinyatakan oleh Presiden Rouhani, kita dapat memulai lagi banyak kegiatan dalam jangka waktu beberapa jam saja, sementara sebagian aktivitas lain dapat kita lakukan dalam beberapa bulan, dan sebagian lagi paling lama satu tahun tiga bulan,” ungkap Salehi, Ahad (15/10/2017).

Dia melanjutkan, “Tentu kita menginginkan kesepakatan nuklir ini bertahan tanpa diusik lagi, dan pengembangan aktivitas teknis kami di bidang nuklir meliputi ekstraksi, ekspolari, riset, pengembangan, dan pengadaan stasiun-stasiun nuklir baru serta penggunaan teknologi nuklir damai, pertanian, dan industri.”

Menyinggung kunjungannya ke Italia dan Inggris belakangan ini dia mengatakan, “Telah saya beritahukan kepada dua negara ini bahwa bisa jadi ada sebagian orang berusaha memprovokasi kami agar kami mengambil keputusan-keputusan yang sesuai dengan keinginan mereka, tapi mereka harus tahu bahwa kami tidak mengambil keputusan secara pasif, melainkan bersandar pada tujuan, kesadaran, rasionalitas, kebijaksanaan, dan kemaslahatan negara.”

Salehi juga mengecam statemen-statemen terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai Iran. Dia menyebut statemen itu “sangat buruk dan menjijikkan” sehingga “rakyat AS sendiri merasa malu memiliki malu ada presiden AS yang tak dapat memberikan penjelasan atas pendapatnya sejak menduduki jabatan ini.” (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL