AlQuds, LiputanIslam.com –  Ancaman pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Senin (11/2/2019) bahwa negara republik Islam ini akan menghapus kota-kota Rezim Zionis Israel dari muka bumi jika Amerika Serikat (AS) menyerang Iran segera mendapat tanggapan keras dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di hari yang sama.

“Cobalah, dan ini akan menjadi hari revolusi terakhir yang akan dirayakan oleh orang-orang Iran. Saya tidak mengabaikan ancaman rezim Iran, tetapi saya juga tidak terpengaruh oleh (ancaman) mereka,” tegasnya Netanyahu.

Dia menambahkan, “Jika rezim ini melakukan kesalahan besar dan mencoba menghancurkan Tel Aviv dan Haifa maka tidak akan berhasil, dan malah akan menjadi hari revolusi terakhir yang mereka rayakan. Mereka harus mempertimbangkan ini.”

Beberapa jam sebelumnya, pada acara rapat akbar yang dibanjiri oleh lautan rakyat di Teheran, ibu kota Iran, pada puncak peringatan HUT ke-40 kejayaan revolusi Islam Iran 1979 Wakil Komandan IRGC, Brigjen Yadollah Javani, mengancam akan meratakan Tel Aviv dan Haifa di Israel (Palestina pendudukan 1948) dengan tanah.

Javani menegaskan, “AS dengan semua aset militer dan pertahanannya tidak memiliki keberanian untuk melepaskan satupun tembakan ke arah kami. Tapi jika mereka menyerang kami maka kami akan menghancurkan Tel Aviv dan Haifa dan meratakan keduanya dengan tanah.”

Jerussalem Post (JP) melaporkan bahwa ratusan ribu warga Iran telah berpawai dan sebagian di antara mereka membakar bendera AS untuk menandai peringatan 40 tahun revolusi, dan bahwa Teheran juga “memamerkan rudal balistik yang bertentangan dengan upaya AS untuk mengekang kekuatan militernya.”

JP menambahkan, “Tentara, pelajar, ulama dan perempuan berpakaian hitam yang menggendong anak-anak kecil memadati jalanan di seluruh Iran, banyak di antaranya dengan membawa potret Ayatullah Ruhullah Khomaini.”

JP juga menyebutkan bahwa TV pemerintah menayangkan kerumunan rakyat Iran yang meskipun cuaca sedang dingin dan turun hujan tetap bersemangat membawa bendera Iran sambil meneriakkan yel-yel “Mampus Israel, Mampus Amerika!”

JP mengutip kantor berita Tasnim milik Iran bahwa dalam parade militer pada peringatan itu Iran memamerkan beberapa rudal balistiknya, termasuk Qadr F, rudal darat-ke-darat berjarak jelajah 1.950 kilometer.

JP menambahkan bahwa dalam pidato di Bundaran Azadi, Teheran, Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan, “Kami belum meminta dan tidak akan meminta izin untuk pengembangan berbagai jenis rudal, dan akan melanjutkan jalur kami dan kekuatan militer kami.” (mm/jerussalempost)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*