Teheran, LiputanIslam.com –   Pemerintah Iran mengancam akan “bereaksi sengit” terhadap Amerika Serikat (AS) jika Washington mencatumkan pasukan elit Iran, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dalam daftar teroris.

“Reaksi Iran terhadap AS akan keras, sengit, dan telak jika AS melakukan kesalahan strategis dengan mencantumkan IRGC dalam daftar teroris, dan kami berharap AS tidak melakukan kesalahan ini… Saya berharap orang-orang bijak di AS melakukan sesuatu untuk mencegah pengambilan keputusan berbahaya itu, ” kata jubir Kemlu Iran Behram Qasemi dalam jumla pers mingguannya, Senin (9/10/2017).

Mengenai kesepakatan nuklir Iran dia mengatakan, “Negara-negara Eropa menentang kebijakan AS mengenai kesepakatan ini, dan mereka akan terus melanjutkan kerjasamanya dengan Iran.”

Media AS melaporkan bahwa presiden negara ini, Donald Trump, akan mengumumkan berbagai tindakan baru, terutama pencatuman IRGC dalam daftar organisasi teroris dunia. Menurut koran Inggris Financial Times, hal ini adalah dalam rangka upaya Washington membatalkan kesepakatan nuklir Iran pada pekan ini.

Panglima IRGC Mohammad Ali Jafari Ahad  lalu menegaskan, “Jika Washington mencatumkan IRGC dalam daftar teroris maka kami akan menganggap tentara AS di dunia, terutama kawasan kami, sebagai ISIS.”

RGC Minta AS Amankan Pangkalan Militernya Dari Jangkauan Rudal Iran

Kepala Dewan Perwakilan Rakyat AS, Paul Ryan, mengatakan bahwa Kamis pekan ini Trump akan mengungkapkan “strategi komprensif mengenai kesepakatan buruk dengan Iran”.

Pada 14 September lalu AS mengumumkan sanksi-sanksi baru terhadap 11 lembaga dan tokoh yang dinilai mendukung IRGC dan Pasukan Quds yang bernaung di bawah IRGC. (mm/alalam/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL