Teheran, LiputanIslam.com –   Republik Islam Iran akan segera meluncurkan satelit lagi. Demikian dikatakan Menteri Pertahanan Iran Brigjen Amir Hatami kepada wartawan usai sidang kabinet, Rabu (23/1/2019).

Dia menjelaskan bahwa satelit baru itu akan diluncurkan sebelum peringatan 40 tahun kemenangan revolusi Islam 1979, dan akan diluncurkan dengan menggunakan roket Safir buatan Iran yang akan melesat ke luar angkasa setinggi  sekitar 260 kilometer.

Pertengahan bulan ini Iran meluncurkan satelit ilmiah lain ke luar angkasa dengan misi menghimpun informasi lingkungan guna meningkatkan sistem prakiraan cuaca negara. Namun, pada tahap akhir peluncuran terjadi kendala teknis sehingga pesawat ruang angkasa gagal mencapai orbit.

“Satelit Payam (Pesan) telah berhasil diluncurkan pagi ini di atas pembawa satelit. Sayangnya, satelit itu gagal ditempatkan di orbit pada tahap akhir, “ungkap Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Iran Mohammad Javad Azari Jahromi pada 15 Januari lalu.

Tapi dia kemudian memastikan Iran sedang bersiap untuk meluncurkan satelit lain yang diberinama “Doosti” (Persahabatan).

Hatami mengatakan bahwa kelemahan teknis telah terdeteksi dan menyatakan harapan bahwa satelit akan segera diluncurkan kembali.

Iran meluncurkan satelit pertama buatan dalam negeri, “Omid” (Harapan), pada tahun 2009. Negara ini juga mengirim bio-kapsul pertamanya yang mengandung makhluk hidup ke luar angkasa pada Februari 2010, dan menggunakan roket pembawa Kavoshgar (Penjelajah) -3.

Pada bulan Februari 2015, Iran mengorbitkan satelit buatan dalam negeri “Fajr” (Fajar) yang mampu mengambil dan mengirimkan foto berkualitas tinggi ke stasiun-stasiun di bumi.

Peluncuran demi peluncuran satelit dilakukan Iran meskipun ada ancaman dari Amerika Serikat (AS) yang menganggapnya bertentangan dengan kesepakatan nuklir Iran tahun 2015 dan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait yang mendukung perjanjian ini.

Iran menanggapi ancaman itu dengan menegaskan bahwa tidak ada aspek militer untuk aktivitas satelitnya dan bahwa uji coba rudalnya tidak terkait dengan perjanjian yang dinamai Rencana Bersama Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) antara Iran dan beberapa negara terkemuka dunia  tersebut maupun resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 2231, karena roket-roket pembawa satelit Iran tidak didesain untuk mengirim hulu ledak nuklir. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*