iran alaeddin boroujerdiTeheran, LiputanIslam.com – Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Politik Luar Negeri parlemen Iran, Mejelis Syura Islam, Alaedin Boroujerdi, menyatakan kesiapan negara ini untuk mempelajari pengiriman pasukan komando ke Suriah jika ada permintaan resmi dari pemerintah Suriah.

“Jika hal ini menjadi permintaan dari Suriah maka kami akan mempelajari dan mengambil keputusan, dan kami serius melawan terorisme… Kami telah memberikan bantuan senjata dan penasehat militer kepada Suriah dan Irak, dan tentu permintaan apapun yang lain (dari keduanya) akan dipelajari di Iran, ” ungkapnya dalam jumpa pers di Damaskus, ibu kota Suriah, sebagaimana dilansir Fars News dan dikutip Alalam.

Dia juga mengatakan bahwa kunjungannya ke Suriah adalah untuk menegaskan kembali dukungan pemerintah dan rakyat Iran kepada Suriah yang berada di front terdepan dalam perang melawan terorisme.

Menurutnya, resistensi dan kesolidan Suriah di depan serangan teroris harus diapresiasi.

“Bangsa Suriah berjuang membela keamanan dan martabatnya…. Semua orang mengetahui bahwa para teroris datang ke Suriah dari puluhan negara dengan dukungan dan pelatihan dari beberapa negara regional dan sejumlah negara besar dunia, khususnya Amerika Serikat (AS), namun rakyat Suriah berjuang membela keamanan dan martabat negara ini,” ungkap Buroujerdi.

Dia menambahkan bahwa segala inisiatif yang mengemuka untuk mengatasi krisis Suriah harus dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah Suriah agar efektif.

“Operasi militer Rusia untuk mendukung Suriah dalam perang melawan teroris juga telah menunjang upaya-upaya yang dikerahkan untuk penyelesaian krisis melalui jalur politik,” tuturnya.

Burourjerdi memastikan bahwa terorisme telah diproyeksikan sedemikian rupa di Suriah dengan tujuan mengalihkan perhatian umat Islam dari isu Palestina.

“Tujuan agenda kotor yang dialamatkan kepada Suriah ialah supaya dunia Islam melupakan isu utama, yaitu kasus Palestina. Namun agenda ini gagal meskipun sudah menelan dana milyaran dolar AS, dan di saat yang sama kita melihat kemunculan percikan pertama intifada III anti Zionis di tanah pendudukan Palestina,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengutuk serangan Arab Saudi terhadap Yaman dan menyebutnya sama dengan kejahatan yang dilakukan pasukan Zionis Israel di Jalur Gaza dan wilayah pendudukan Palestina lainnya.

Menurutnya, beberapa data menunjukkan bahwa korban meninggal akibat serangan Saudi di Yaman mencapai 13,000 orang, 5000 di antaranya anak kecil di bawah usia 12 tahun, sedangkan korban luka sekitar 20,000 orang.

Mengenai rudal terbaru Iran “Emad” yang belum lama ini sukses diujicoba, Boroujerdi menegaskan bahwa rudal balistik dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi karena dikendalikan hingga saat menghantam sasaran ini merupakan “pesan bagi dunia tentang kekuatan rudal Teheran dan haknya untuk membela diri.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL