Jenewa, LiputanIslam.com –  Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Iran Mohammad Javad Azari Jahromi menyatakan negaranya berencana mengorbitkan tiga satelit yang dikembangkan di dalam negeri sebagai kelanjutan program kedirgantaraannya meskipun mendapat peringatan dari negara musuhnya, Amerika Serikat (AS).

Dalam wawancara eksklusif dengan Reuters di sela-sela Pertemuan Puncak Telekomunikasi Internasional (ITU) tentang Forum Masyarakat Informasi (WSIS) di Jenewa, Swiss, Selasa (9/4/2019), Jahromi memastikanTeheran pantang mundur dari aktivitas peluncuran satelit , dan membantah tuduhan AS bahwa aktivitas ini hanyalah kedok untuk pengembangan rudal balistik.

“Roket yang saat ini telah dikembangkan di Iran untuk membawa satelit bukanlah sesuatu yang menutupi kegiatan roket jenis lain… Karena jika Iran memang ingin memiliki aktivitas rudal maka itu adalah sesuatu yang dilakukan secara terbuka. Itu bukan sesuatu yang disembunyikan. Itu bagian dari hak kami untuk pertahanan,” terangnya.

Sebelumnya di hari yang sama, Kepala Pusat Penelitian Antariksa Iran, Hossein Samimi, mengatakan satelit telekomunikasi Nahid-1 dan Nahid-2 selain satelit penginderaan jauh Pars-1 akan siap diluncurkan pada akhir tahun kalender Iran saat ini (20 Maret 2020).

Satelit Nahid-1 dilaporkan akan mengorbit Bumi pada ketinggian 250-310 kilometer, yang dikenal sebagai Orbit Bumi Rendah. Satelit bertenaga surya ini akan melakukan misi telekomunikasi.

Nahid-2 akan fokus pada pengembangan dan pengujian teknologi dasar yang diperlukan untuk membangun satelit komunikasi geostasioner dengan masa operasional dua tahun.

Samimi menggaris bawahi bahwa satelit Nahid-1 akan siap dikirim ke orbit pada pertengahan Juni, Pars-1 akan disiapkan pada pertengahan Januari 2020, dan satelit Nahid-2 akan diorbitkan pada Maret 2020. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*