pemilu iranTeheran, LiputanIslam.com –  Hari Jumat pekan ini (26/2) rakyat Iran akan berbondong-bondong mendatangi kotak pemungutan suara untuk memilih anggota parlemen Majelis Syura Islam dan Dewan Ahli (Majles-e Khubregan).

Pemilu ini merupakan kali pertama kali sejak negara republik Islam ini menjalin perjanjian nuklir dengan enam negara terkemuka dunia yang tergabung dalam P5+1, yaitu lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman.

Menurut AFP, rakyat Iran yang berhak pilih kali ini tercatat sekitar 55 juta orang, sementara jumlah calon anggota parlemen lebih dari 6000 orang, 586 di antaranya perempuan, dan jumlah calon anggota Dewan Ahli  161  orang. Puluhan juta orang itu akan memilih 290 anggota parlemen dan 88 anggota Dewan Ahli yang terdiri atas para ulama dan berwenang terutama memilih pemimpin besar revolusi Islam (rahbar).

Pemilu ini diselenggarakan juga enam minggu setelah pencabutan sebagian besar sanksi internasional atas negara ini sesuai kesepakatan nuklir yang dicapai Iran dengan P5+1 pada Juli 2015.

Grand Ayatullah Ali Khameneni yang hingga kini masih menjabat sebagai pemimpin besar revolusi Islam dalam pidatonya, Rabu (24/2), memastikan bahwa rakyat Iran tidak menghendaki parlemen yang berlawanan dengan pemerintah, melainkan parlemen yang berani melaksanakan tanggungjawabnya dan tidak takut kepada Amerika Serikat (AS).

Menurutnya, pemilu di Iran selalu menjadi ajang partisipasi rakyat dan dari situ mereka juga bangkit menunjukkan kekuatannya melawan musuh.
Dia menegaskan bahwa parlemen Iran harus mewaspadai dan melawan ambisi dan ketamakan kekuatan-kekuatan besar dunia yang sudah lama tersingkir dari Iran.

“Rakyat Iran menghendaki parlemen yang berkemampuan mengobati penderitaan warga, tidak terpedaya oleh permainan musuh, dan mendorong pemerintah agar berkomitmen pada ekonomi dalam negeri,” ungkapnya, sebagai dilansir al-Alam. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL