Teheran, LiputanIslam.com –  Pemerintah Iran, Selasa 11/1/2017) menyatakan bulan depan akan berunding lagi dengan Arab Saudi mengenai partisipasi Iran dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2017, setelah menerima undangan resmi dari Saudi untuk tujuan ini.

Untuk pertama kalinya dalam tiga dekade terakhir, tahun lalu Iran tidak mengirim jemaah haji setelah hubungan diplomatiknya dengan Saudi terputus menyusul insiden serangan massa demonstran Iran terhadap Kedubes Saudi di Teheran. Massa saat itu berunjuk rasa memrotes penjatuhan hukuman mati Saudi terhadap ulama Syiah Saudi, Syeikh Nimr al-Nimr.

Pejabat urusan haji Iran Ali Ghazi Askar mengatakan, “Delegasi Iran akan bertolak ke Saudi pada 23 Februari mendatang….. Kami berharap dapat meraih hasil-hasil signifikan… Dewasa ini belum ada apapun yang terjamin. Kami akan berpartisipasi dalam haji, tapi tentu ada persoalan-persoalan yang mesti diselesaikan.”

Perundingan Teheran-Riyadh tahun lalu gagal mencapai kesepakatan mengenai pengaturan bersama pada musim haji yang diikuti oleh sekitar satu juta jemaah dari berbagai penjuru dunia.

Sebelumnya di hari yang sama Askar mengatakan bahwa beberapa hari mendatang Iran akan membalas undangan Saudi yang “(nadanya) tidak jauh berbeda dengan surat-surat sebelumnya.”

Dia menegaskan keharusan untuk segera mempelajari dan menyampaikan usulan-usulan yang relevan untuk segala sesuatu yang terkait dengan haji, termasuk penginapan, makanan, kesehatan, transportasi, keamanan jemaah haji, perbankan, dan konsulat.

Menteri Urusan Haji Saudi  Mohammad Saleh Bin Taher Banten belum lama ini menyatakan telah mengadakan serangkaian pertemuan dengan lebih dari 80 negara, termasuk Iran, untuk mendiskusikan masalah pengaturan jemaah haji pada musim haji mendatang.

Koran al-Hayat terbitan Saudi mengutip pernyataan menteri keturunan Banten, Indonesia, ini bahwa Kementerian Haji dan Umrah telah melayangkan suarat undangan kepada delegasi urusan haji Iran agar datang ke Saudi untuk masalah keikut sertaan jemaah Iran dalam ibadah haji tahun 2017.

Meski jemaah haji Iran absen pada musim haji tahun lalu, tapi Saudi memperkenankan masuknya jemaah haji Iran yang datang dari negara-negara lain.

Hubungan Saudi dengan Iran memburuk ketika Teheran meragukan kemampuan Saudi mengatur jemaah haji menyusul insiden berdesakan yang menggugurkan sekira 2300 jemaah haji, 464 di antaranya asal Iran, pada tahun 2015.  (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL