اسقاط طائرة تجسس اسرائيلية حاولت الاقتراب من منشأة نووية ايرانيةTeheran, LiputanIslam.com – Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Brigjen Masoud Jazayeri menyatakan negaranya tidak akan cukup dengan menembak jatuh pesawat nirawak (drone) milik Israel yang telah melanggar wilayah Iran, melainkan akan melakukan balasan hingga ke kedalaman wilayah Israel.

Dalam wawancara dengan FNA Rabu (27/8), Jazayeri menjelaskan bahwa drone pengintai Israel itu sudah terpantau sejak sebelum masuk wilayah Iran dan terus diikuti oleh sistem pertahanan udara Iran melalui operasi koordinasi antara Angkatan Bersenjata dan Garda Revolusi Islam Iran lalu ditembak jatuh tak jauh dari fasilitas nuklir Natanz.

Menurutnya, Israel terpaksa mengakui pesawat nirawaknya itu tertembak jatuh karena bukti-bukti yang ada tidak memungkinkan negara Zionis itu untuk menepisnya.

Dia menegaskan bahwa bagi Republik Islam Iran masalah ini tidak akan selesai dengan penembak jatuhan drone itu. Sebaliknya, Iran akan melakukan aksi balasan di wilayah Israel. Dia tidak menyebutkan dalam bentuk apa balasan itu akan dilakukan Iran.

Mengenai sebab mengapa drone Israel itu tidak ditembak sejak di wilayah perbatasan, melainkan justru setelah mendekati komplek nuklir Natanz, dia mengatakan bahwa pesawat nirawak itu sengaja dibiarkan untuk suatu kepentingan intelijen dan sudah ditentukan di mana pesawat itu harus ditembak jatuh.

“Pesawat itu terpantau sejak awal, namun sesuai kinerja intelijen yang sejauh ini belum dapat dipublikasikan, sudah dipertimbahkan titik lokasi penghancuran pesawat itu,” katanya.

Brigjen Jazayeri mengatakan bahwa sesuai jarak tempuhnya, drone Israel tidak mungkin diterbangkan langsung dari Israel, melainkan dari salah satu negara di kawasan sekitar Iran. Karena itu dia meminta negara itu supaya bertanggungjawab karena jika tidak maka Iran akan menyebutkan nama negara itu.

“Kami berharap negara yang bekerjasama dengan rezim pendudukan al-Quds untuk pengiriman pesawat itu segera melakukan tindakan yang memadai untuk menebus kesalahannya. Jika tidak maka kami akan umumkan nama negara itu,” katanya.

Ketika didesak negara supaya menyebutkan ciri-ciri negara itu dia mengatakan bahwa negara itu terletak di utara Iran dan merupakan negara eks-Uni Soviet. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL