Baghdad, LiputanIslam.com –  Otoritas keamanan Irak telah memublikasi Daftar Pencarian Orang (DPO) yang terdiri atas 60 nama orang yang diduga terkait  dengan kelompok teroris ISIS, Al-Qaeda, dan Partai Ba’ath pimpinan diktator Irak mendiang Saddam Hussein.

Daftar itu mencakup nama putri sulung Saddam, Raghad, yang tinggal di Yordania di bawah perlindungan Raja Abdullah II, namun keberadaannya tetap tidak diketahui.

Pada bulan Agustus 2007, polisi internasional (Interpol) menyebarkan surat perintah penangkapan Raghad karena dia dan para pembantunya diduga berada di balik maraknya serangan teror di Irak.

Raghad putri Saddam Hossein

Laman  Spiegel Online dalam artikelnya pada  Agustus 2014 menyebutkan bahwa Raghad menggunakan kekayaannya untuk mendukung ISIS dengan harapan dapat kembali berkuasa di Baghdad.

Daftar itu juga mencantumkan nama 28 orang yang diduga  berafiliasi dengan ISIS, 12 militan Al-Qaeda, dan 20 orang loyalis Partai Ba’ath, serta memberikan rincian peranan masing-masing di balik gelombang aksi teror.

Gembong ISIS  Ibrahim al-Samarrai alias Abu Bakr al-Baghdadi tidak tertera dalam DPO, namun dipastikan bahwa dia adalah buronan nomor wahid.

“Ini adalah teroris yang paling dicari oleh otoritas kehakiman dan badan keamanan,” kata seorang pejabat keamanan senior Iran.

Dia menambahkan bahwa baru sekarang DPO itu dirilis setelah sebelumnya nama-nama itu dirahasiakan.

Perdana Menteri Irak Haider Abadi pada 9 Desember 2017 mengumumkan berakhirnya operasi militer penumpasan ISIS.  Dalam sebuah jumpa pers saat itu dia mengatakan, “Pasukan kita berada dalam kendali penuh atas perbatasan Irak-Suriah. Karena itu saya mengumumkan berakhirnya perang melawan Daesh (ISIS).”

Pada tanggal 5 Oktober 2017 dia mengatakan bahwa angkatan bersenjata Irak telah membebaskan Hawia dan mendepak ISIS keluar dari benteng terakhir mereka di provinsi Kirkuk utara yang kaya minyak.

Pada 31 Agustus dia menegaskan bahwa kota Tal Afar di barat laut, 200 kilometer barat laut Kirkuk, dan seluruh provinsi Nineveh telah dibersihkan dari kawanan teroris takfiri ISIS.

Pada 10 Juli Abadi secara resmi mengumumkan kemenangan atas ekstremis ISISdi Mosul yang semula menjadi markas utama ISIS di Irak. (mm/presstv/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*