Kairo, LiputanIslam.com –  Menlu Irak Ibrahim Jaafari meminta Liga Arab segera mengupayakan kembalinya Suriah ke kursinya yang kosong di organisai negara-negara Arab ini, sementara Sekjen Liga Arab Aboul Gheit menyayangkan absennya Arab dalam penyelesaian krisis Suriah.

“Setiap bangsa Arab, termasuk Suriah dengan semua sejarah dan kepahlawanannya, harus memiliki perwakilan di Liga Arab, terlepas dari perselisihan yang ada. Kita tak dapat mengaku sebagai umat Arab jika masih ada bangsa Arab yang tidak terwakili,” katanya dalam sidang para menlu Liga Arab di Kairo, Mesir, Selasa (7/3/2017).

Dia menambahkan, “Kita harus meninggalkan krisis ini, ranah yang menjadi tempat bagi kita harus meluas bagi semua kalangan Arab. Kita harus memperdengarkan suara kita kepada mereka, dan merekapun mendengar suara mereka sendiri.”

Jaafari meminta Liga Arab meninjau ulang pembekuan partisipasi Suriah dalam Liga Arab.”

“Suriah harus menjadi bagian dari saudara-saudara kita,” lanjutnya.

Akibat tekanan Arab Saudi dan sekutunya, Liga Arab telah membekukan keanggotaan Suriah dalam lembaga ini sejak Suriah dilanda krisis pemberontakan dan terorisme.

Sementara itu, Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit pada forum yang sama menyatakan prihatin atas absennya Arab secara nyaris total dalam proses penyelesaian krisis Suriah. Padahal, lanjutnya, dalam kasus  Yaman dan Libya masih ada sebentuk komunikasi dengan pihak-pihak Arab untuk penyelesaian krisis.

Dia juga menegaskan bahwa konflik Palestina-Israel tetap menjadi pusat kepedulian bangsa-bangsa Arab, dan bahwa pemerintah Israel terpasung pada para ekstrimis kanan negara Zionis ini. (mm/alsumarianews/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL