Baghdad, LiputanIslam.com –  Irak hari ini, Sabtu (21/4/2019), akan menjadi tuan rumah pertemuan pemimpin parlemen negara-negara jirannya, termasuk negara-negara yang sebagian terlibat perselisihan tajam dengan sebagian lain, yaitu; Iran, Turki, Suriah, dan Arab Saudi.

Pertemuan dengan tema “Irak, stabilitas dan pembangunan” itu akan dihadiri oleh Ketua Dewan Syura Saudi, Ketua Majelis Nasional Kuwait, Ketua Majelis Rakyat Suriah, anggota parlemen Yordania dan Turki, dan seorang pejabat senior Iran.

Juru bicara ketua parlemen Iran Ali Larijani mengatakan kepada AFP bahwa Larijani meminta maaf kepada otoritas Irak karena tidak dapat menghadiri pertemuan itu.

Kepala Dewan Perwakilan Rakyat Irak Mohammed Halbusi melalui Twitter, Jumat (20/4/2019), setelah bertemu dengan sejawatnya dari Suriah, Hamouda Sabbagh, mengatakan, “Irak yang besar, tulus, dan  menang atas terorisme mendapat kehormatan di mana Baghdad yang Arab, Islam, dan damai didatangi oleh para tetangganya.”

Ketua Majelis Rakyat Suriah sebelumnya telah berpartisipasi dalam pertemuan Uni Parlemen Arab di Amman, Yordania, untuk pertama kalinya sejak pecah perang Suriah pada 2011.

Baghdad saat ini adalah satu-satunya ibu kota Arab yang berkomunikasi secara terbuka dengan semua pihak yang terlibat dalam konflik Suriah, dari Rusia melalui Koalisi Internasional dan Kurdi hingga ke oposisi dan pemerintah Damaskus, yang secara resmi meminta Irak untuk melancarkan serangan udara terhadap kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Sejak ISIS kalah secara militer, Irak berusaha mewujudkan misi penting yang sulit dan menjaga keseimbangan dalam hubungan antara sekutu regional dan internasionalnya, meskipun ada perselisihan di antara mereka.

Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi pada Kamis lalu secara resmi berkunjung ke Arab Saudi. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*