suriah bashar jaafariNewYork, LiputanIslam.com – Duta Besar (Dubes) Suriah untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Bashar Jaafari menyambut gembira pengesahan resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB untuk penghentian aliran dana kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Sambutan yang sama juga dikemukakan oleh Dubes Irak untuk PBB Mohammad Ali al-Hakim.

“Resolusi 2199 untuk kedua negara Suriah dan Irak yang menjadi korban utama terorisme sangat signifikan,” ungkap Jaafari dalam jumpa pers bersama sejawatnya dari Irak di markas PBB, New York, Amerika Serikat, beberapa jam setelah pengesahan resolusi tersebut, Kamis (12/2/2015), sebagaimana dilansir kantor berita resmi Suriah, SANA, Jumat (13/2/2015).

Jaafari menyayangkan sikap beberapa negara jirannya dalam masalah terorisme. Menurutnya, terorisme melanda negaranya melalui perbatasan Turki dan Yordania.

“Terorisme di kawasan, terutama di Suriah dan Irak datang bukan dari langit, melainkan melalui penyusupan di perbatasan dua negara ini dengan Turki dan Yordania,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Naif sekali, Yordania yang merupakan anggota DK PBB sudah bertahun-tahun menerapkan kebijakan melatih, menyokong dan mengirim teroris ke Suriah untuk membantai bangsa Suriah. Anehnya, para pejabat Yordania dapat melihat para teroris di Raqqah, Suriah, tapi tidak dapat melihat para teroris yang menyeberang melalui perbatasannya ke Suriah dan Irak .”

Dia juga mengatakan bahwa Turki membiarkan para teroris, terutama anggota ISIS dan Front al-Nusra, masuk dari wilayahnya ke wilayah Suriah, sementara Israel menyuplai senjata dan fasilitas perang kepada Front al-Nusra melalui kawasan Golan.

“Tempat-tempat pelatihan ISIS di Turki, Arab Saudi, Qatar dan Yordania bukan demi perundingan damai dan pencarian solusi diplomatik, melainkan merupakan kamp-kamp untuk pembantaian rakyat Suriah,” ungkapnya sembari mengingatkan bahwa resolusi DK PBB tidak membedakan antara teroris meoderat dan teroris radikal.

Sementara itu, Dubes Irak untuk PBB Mohammad Ali al-Hakim mengakui resolusi DK PBB tersebut cukup komprehensif bagi upaya pencegahan transaksi minyak, penebusan, dan berbagai transaksi ekonomi lain dengan para teroris. Menurutnya, semua ini tidak lepas dari peranan Rusia dan Cina. (Baca juga: PBB akan Hentikan Aliran Dana ke ISIS)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL