Baghdad, LiputanIslam.com –  Kantor kepresidenan Irak membantah pihaknya memediasi antara Iran dan Arab Saudi.

Dalam statemen yang dirilis di laman internetnya, kepresidenan Irak mambantah kabar yang dilansir oleh media Teluk bahwa Iran menawarkan perundingan kepada Saudi, dan bahwa Presiden Irak Barham Salih telah mengusulkan perannya sebagai mediator dan membawakan surat Iran untuk Saudi.

Dia menyerukan “keharusan mendapatkan informasi secara cermat dari sumber-sumbernya yang terpercaya.”

Ahad lalu Raja Saudi Salman bin Abdulaziz menyambut kunjungan Presiden Irak Barham Salih, dan keduanya kemudian merundingkan upaya peningkatan kerjasama bilateral.

Salih bertolak ke Saudi dari Teheran, ibu kota Iran, pada akhir safarinya ke sejumlah negara regional, yaitu Yordania, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Iran.

Dalam kunjungan ke Saudi ini Salih juga telah mengadakan pembicaraan dengan Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman mengenai perkembangan situasi regional serta mekanisme pengembangan hubungan bilateral.

Irak berusaha mendapat dukungan luar negeri untuk merehabilitasi banyak kerusakan yang diakibatkan oleh perang Irak melawan kelompok teroris ISIS selama tiga tahun (2014-2017). (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*