Ramallah, Gaza, LiputanIslam.com –  Empat orang Palestina, dua di Tepi Barat dan dua lainnya di Jalur Gaza, gugur syahid, sementara ratusan orang Palestina lain cidera dengan kondisi tujuh di antaranya kritis akibat bentrokan dengan pasukan Zionis Israel,  Jumat (15/12/2017).

Statemen Departemen Kesehatan Palestina menyebutkan bahwa korban terbaru adalah Mohammad Amin Aql yang berusia 20-an tahun dari distrik Beit Ula di bagian barat Al-Khalil (Hebron) di selatan Tepi Barat.

Korban gugur sebelumnya adalah Mostafa Ismail, 24 tahun, di distrik Anata yang tersambung dengan kota Al-Quds. Dia gugur setelah dua orang pemuda Palestina lain gugur di Gaza timur, yaitu Ibrahim Abu Thurayeh, 29 tahun, dan Yasir Sukr, 32 tahun.

Bentrokan dengan pasukan Zionis di Tepi Barat dan Jalur Gaza juga menjatuhkan korban cidera mencapai 367 orang, tujuh di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Jubir Depkes Palestina di Gaza mencatat korban luka di wilayah ini berjumlah 164 orang, 43 di antaranya terkena peluru tajam.

Jumat kemarin merupakan Jumat kedua yang diwarnai unjuk rasa akbar dan bentrokan warga Palestina dengan pasukan Zionis Israel setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan keputusan mengakui Al-Quds (Yerussalem) sebagai ibu kota Israel serta pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Al-Quds pada 6 Desember lalu.

Anggota Biro Politik Hamas Khalil Al-Hayah, dalam aksi di Gaza menegeaskan, “Revolusi kami tidak akan reda sebelum keputusan zalim AS luruh, karena itu kami akan terus bangkit di gelanggang.”

Dia menyerukan kepada bangsa-bangsa Arab dan Muslim agar memboikot Kedubes dan konsulat Jenderal AS dan Israel. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL