intifada 3-4BaitulMaqdis, LiputanIslam.com – Kementerian Pertahanan dan Badan Kontra-spionase Israel, Shinbet/Shabak/ISA, menyatakan sebanyak 12 orang Israel tewas dan 257 lainnya luka-luka selama terjadi gelombang serangan dari orang-orang Palestina (intifada) yang bermula sejak awal Oktober lalu. Demikian dilaporkan Palestinian Information Center berdasarkan laporan koran Israel Yedioth Ahronoth, Kamis (12/11).

Shinbet mengungkapkan dalam satu bulan terdapat 609 kasus serangan orang-orang Palestina berupa aksi penabrakan mobil, penikaman dengan senjata tajam, penembakan serta pelemparan bom molotov terhadap orang-orang Israel hingga menewaskan 12 orang Israel dan melukai 257 lainnya dengan kondisi 37 di antaranya luka sedang dan luka parah.

Bersamaan dengan ini, TV Israel Channel 2 melaporkan pengakuan Kementerian Pertahanan Israel bahwa sebanyak 19 tentara, pasukan penjaga perbatasan dan polisi Israel telah dinon-aktifkan akibat gelombang intifada.
Intifada III Palestina sudah memasuki bulan kedua dan terus meluas di berbagai daerah Tepi Barat dan Baitul Maqdis hingga bentrokan sporadis antara massa Palestina dan pasukan Israel menjadi pemandangan sehari-hari, dan hampir setiap hari selalu ada warga Palestina yang gugur diserang pasukan Israel. Sejauh ini jumlah syuhada Palestina dalam Intifada III telah mencapai lebih dari 80 orang.

Situs Israel Walla menyebutkan bahwa setelah beberapa pekan intifada, terjadi peningkatan 2.5 persen ketakutan pada publik Israel dibanding intifada sebelumnya.

Awal bulan lalu koran Israel Haaretz memuat pernyataan Kepala Dinas Intelijen Militer Israel (Aman) Meyjen Herzi Halevi bahwa rekeman-rekaman video operasi penikaman dan bentrokan yang beredar di media sosial telah menciptakan ketakutan di tengah publik Israel sehingga “seandainya hal itu terjadi pada tahun 1948 niscaya negara Israel tidak akan berdiri.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL