Ankara, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavuzoglu menyatakan bahwa badan intelijen Turki dan Rusia akan membahas nasib kelompok-kelompok ekstremis yang bercokol di Idlib.

Sebagaimana dilansir Anadolu, Cavuzoglu dalam konferensi pers, Selasa (1/9/2019), menyatakan Turki akan memperkuat pasukan untuk Idlib setelah dicapai kesepakatan untuk pengadaan kawasan perlucutan senjata, dan Rusia dan Turki akan melakukan patroli bersama di sana.

“Rusia dan Turki akan melakukan patroli bersama dan terkoordinasi di sekitar perbatasan Idlib. Kami akan memerlukan penyebaran pasukan tambahan di sini,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa jalur cepat M-4 dan M-5 yang menghubungkan timur dengan kawasan barat dan utara dengan selatan melalui kawasan Idlib serta menghubungan kota Aleppo yang dikuasai Damaskus dengan pesisir Laut Tengah akan terbuka bagi lalu lintas sampai akhir tahun ini, dan pesawat nirawak dapat dikerahkan dalam patroli di Idlib.

Menurut Oglu, Rusia akan menempuh tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencegah masuk atau serangan pasukan pemerintah Suriah ke Idlib.

“Akan dilakukan pembersihan senjata berat di kawasan perlucutan senjata sejauh 15-20 kilometer di sepanjang jalur kontak per 15 Oktober mendatang, warga sipil akan tetap tinggal, dan yang akan dikeluarkan hanyalah kelompok-kelompok teroris. Akan dilakukan pembersihan kawasan perlucutan senjata di Idlib dari para ekstremis, sedangkan masyarakat dan kubu oposisi moderat akan tetap berada di tempat dan gencatan senjata akan terwujud,” terangnya.

Menteri Luar Negeri Turki juga menyebutkan bahwa transportasi akan diaktifkan lagi melalui dua jalur Aleppo-Latakia dan Aleppo-Hama sebelum akhir tahun 2018.

Sehari sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin usai pertemuan dengan sejawatnya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan, di kota Sochi, Rusia, menyatakan bahwa keduanya telah mencapai kata mufakat untuk penyelesaian masalah provinsi Idlib, Suriah.

Putin juga mengatakan bahwa kawasan perlucutan senjata akan dikosongkan dari semua ekstremis bersenjata, termasuk Jabhat al-Nusra.

Pemerintah Suriah sendiri menyambut baik kesepakatan Rusia dengan Turki mengenai provinsi Idlib dalam pertemuan di Sochi tersebut. Damaskus menyatakan bahwa kesepakatan ini merupakan hasil perundingan intensif dan koordinasi penuh antara Suriah dan Rusia. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*