serdadu isisMoskow, LiputanIslam.com –  Sumber militer dan diplomatik di Moskow mengungkapkan bahwa Washington dan Riyadh bersepakat untuk mengupayakan pelarian pasukan teroris ISIS secara aman dari Mosul, Irak utara, ke wilayah Suriah sebelum dimulainya operasi pembebasan kota ini dari cengkraman ISIS oleh pasukan Irak.

“Di tengah persiapan untuk pelaksanaan operasi pembebasan Mosul, intelijen Amerika Serikat (AS) dan Saudi menyepakati gagasan supaya disediakan jalan yang aman bagi semua kawanan bersenjata di Mosul untuk keluar dari kota ini bersama keluarga mereka. Dan dalam serangan ke Mosul nanti, pesawat tempur pesawat koalisi akan menggempur bangunan-bangunan kosong dalam kota ini sesuai kesepakatan mereka sebelumnya dengan kawanan bersenjata, ” ungkap sumber itu kepada kantor berita Novosti, Rabu (12/10/2016).

Sumber anonim itu menambahkan, “Lebih dari 9000 kombatan ISIS akan dipindah dari Mosul ke kawasan timur Suriah agar dapat dilibatkan dalam operasi besar-besaran untuk menguasai kota Deir al-Zor dan Palmyra.”

Dia juga menjelaskan bahwa dinas intelijen Saudi berperan sebagai mediator dan penjamin kesepakatan dengan ISIS mengenai pengeluaran kelompok teroris ini dari Mosul, dan cara serupa sudah pernah dilakukan ketika pasukan Irak menggelar operasi pembebasan kota Fullujah di Irak barat.

Rencana pelarian ISIS dari Mosul ke wilayah Suriah ini sebelumnya juga sudah diungkap oleh Sekjen Hizbullah Lebanon Sayyid Hassan Nasrallah. (Baca: Sekjen Hizbullah Ungkap Rencana Baru AS di Suriah)

Dia mengatakan bahwa di tengah persiapan operasi pembebasan Mosul di Irak, ada upaya-upaya untuk membukakan jalan bagi ISIS untuk keluar dari Mosul menuju Raqqah dan Deir al-Zor, dan AS sengaja menyerang pasukan Suriah di Deir al-Zor supaya pangkalan udara Deir al-Zor dan semua wilayah kota ini jatuh ke tangan ISIS. (mm/rt/arabynews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL