Teheran, LiputanIslam.com –   Presiden Iran Hassan Rouhani, Sabtu (14/10/2017), menyebut Trump buta sejarah, geografi, politik, undang-undang dan berbagai aspek lain. Dia menegaskan bahwa statemen Trump itu tidak mengandung apapun kecuali kedustaan, ujaran kebencian, dan tuduhan bohong anti Iran.

Karena itu Rouhani mengancam, “Jika kesepakatan nuklir ini tidak memenuhi kepentingan kami maka kami akan bereaksi keras terhadapnya, dan tidak bisa (perjanjian ini) ditambahi dengan pasal (baru) atau catatan apapun.”

Sehari sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trumpmenyatakan negaranya tidak akan keluar dari perjanjian nuklir. Namun, dia mengecam keras perjanjian ini,  dan meminta negara-negara sekutunya supaya membantu upaya Washington menerapkannya melalui berbagai tindakan, termasuk sanksi baru terhadap Iran dan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang disebutnya “organisasi teroris”. Dia juga mengumumkan ketidak percayaan Gedung Putih terhadap kepatuhan Iran kepada perjanjian nuklir.

Mengenai sikap Trump terhadap IRGC, Rouhani mengatakan bahwa rakyat Iran sejak dulu sampai sekarang menyokong IRGC, dan IRGC-pun selalu berpihak pada mereka.

Sedangkan mengenai rudal Iran yang dipersoalkan oleh Trump, Rouhani menegaskan negaranya akan terus meningkatkan daya pertahanannya tanp menggubris tekanan AS.

“Kekuatan rudal kami adalah demi melindungi dan membela diri kami. Kami akan terus berusaha mempersenjata senjata pertahanan kami, dan sejak sekarang kami akan melipat gandakannya,” ujarnya. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL