Sanaa, LiputanIslam.com –  Pemimpin kelompok Ansarullah (Houthi) di Yaman, Sayyid Abdel Malik Badreddin Al-Houthi, menyatakan bahwa Saudi dan sekutunya sangat terpukul karena para antek mereka di Yaman terus melemah.

Ditujukan kepada Saudi dan negara-negara sekutu Arabnya serta Amerika Serikat dan Inggris pendukungnya, Al-Houthi, Senin (4/12/2017), berseru, “Matilah kalian dengan kebencian dan permusuhan kalian yang gagal dan tidak akan pernah mencapai hasil.”

Dia menilai terbunuhnya mantan diktator Yaman Ali Abdullah Saleh sebagai akhir “krisis pengkhianatan.”

“Hari ini adalah hari ambruknya konspirasi pengkhianatan, hari hitam bagi para agresor, dan dengan anugerah Allah kami telah menimpakan kekalahan telak dan historis pada kubu agresor dalam tempo yang singkat dalam perang milisi, yaitu perang yang disulut Saudi dan Uni Emirat Arab,” katanya.

Dia mengatakan bahwa pertempuran yang menewaskan Saleh bukanlah pertempuran Ansarullah dengan Partai Kongres Nasional, partai tempat Saleh berasal.

“Perang ini adalah perang melawan milisi tertentu dan pemimpin yang mengelola dan menggerakkannya, bukan perang melawan Kongres Nasional,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa di kalangan partai ini banyak orang terpandang yang berusaha menggagalkan konspirasi ini, dan karena itu dia menyatakan apresiasinya atas usaha tersebut.

“Keyakinan kepada Allah membuat bangsa kita dapat memenangi pertempuran pada momen ini, dan dapat bertahan solid selama lebih dari seribu hari (melawan agresi Saudi),” tegasnya. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL