Doha, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Qatar Mohammad Bin Abdul Rahman al-Thani, kembali menegaskan penolakan negaranya terhadap tekanan Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Mesir yang telah memutus hubungan dengan Qatar dengan tuduhan bahwa Doha menyokong kelompok-kelompok teroris di Suriah dan Libya.

“Qatar tidak akan mematuhi permintaan apapun yang melanggar undang-undang internasional, dan tidak akan pula mematuhi tindakan yang ditujukan terhadap Qatar semata,” ungkap al-Thani kepada channel 1 milik Perancis seperti dikutip koran al-Sharq milik Qatar, Senin (10/7/2017).

“Qatar dengan segenap kemampuannya telah bekerja memerangi terorisme dengan segala bentuknya, tapi Saudi dan UEA hendaknya tidak memberi kami pelajaran karena mereka sendiri memiliki warga yang dituduh terlibat dalam terorisme dan pendanaannya,” imbuh al-Thani.

Mengenai kemungkinan krisis Qatar akan meningkat ke level militer, Menlu Qatar mengingatkan bahwa krisis apapun tak dapat diselesaikan melalui konfrontasi, melainkan harus melalui meja dialog berdasarkan prinsip-prinsip yang jelas.

“Tapi kalian berbicara mengenai kemungkinan konflik bersenjata, maka Saudi hendaknya mengetahui bahwa eskalasi militer baru akan menimpakan akibat yang sangat fatal bagi kawasan,” lanjutnya.

Hubungan Qatar dengan empat negara Arab tersebut dilanda krisis sehingga sejak 5 Juni lalu mereka memutus total hubungannya dengan Qatar serta menerapkan beberapa tindakan sanksi. Mereka kemudian mengajukan kepada Qatar melalui mediator Kuwait daftar persyaratan yang berisikan 13 poin untuk normalisasi hubungan dengan Qatar, namun Qatar menolak sembari menyebutnya “tidak realistis.” (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL