TelAviv, LiputanIslam.com –   Media Israel melansir hasil penyelidikan atas tertembak jatuhnya jet tempur F-16 milik negara ilegal Zionis ini oleh rudal Suriah dua pekan lalu.

Dilaporkan bahwa penyelidikan itu menghasilkan kesimpulan yang menyalahkan salah satu pilotnya karena “tidak bertindak sebagaimana seharusnya ketika mendapat ancaman rudal”, sementara satu pilot lainnya “telah bertindak benar”.

“Satu awaknya melakukan kesalahan profesional ketika tidak melakukan pertahanan sebagaimana seharusnya, tindakannya tidak sesuai dengan tangga prioritas yang seharusnya ketika ada ancaman rudal yang melintas padanya,” ujar sumber tinggi keamanan Israel, Minggu (25/2/2016).

Dia menambahkan bahwa tak ada masalah dalam sistem peringatan darat maupun yang ada pada pesawat.

Dia juga memastikan bahwa sistem pertahanan udara Rusia tidak terlibat dalam penembakan jet tempur Israel tersebut sehingga secara tidak langsung mengkonfirmasi pernyataan Damaskus bahwa jet tempur itu rontok disambar sistem pertahanan udara Suriah.

Sumber keamanan Israel itu juga menyatakan, “Tak ada kaitan pelanggaran zona udara Israel oleh nirawak Iran  dengan reaksi Suriah berupa penembakan beberapa rudal ke arah jet-jet tempur Israel yang telah menyerang Suriah.”

Dia juga menjelaskan bahwa rudal-rudal Suriah pada momen tertentu melesat di zona udara Israel (Palestina pendudukan 1948).

Seperti diketahui, sistem pertahanan udara Suriah pada 10 Februari lalu melakukan reaksi perlawanan sengit terhadap serangan jet-jet tempur Israel terhadap beberapa pangkalan militer di bagian tengah Suriah dan di pinggiran Damaskus pada dini hari.

Saat itu sistem pertahanan udara Suriah yang ada di bagian selatan negara ini melesatkan lebih dari 10 unit rudal SAM-5 yang sudah sejak dulu di miliki Suriah hingga sedikitnya satu di antara jet tempur Israel terjatuh di wilayah Israel sendiri. (mm/almayadeen)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*