pakistan nawaz sharifIslamabad, LiputanIslam.com – Perdana Menteri Pakistan Navaz Sharif memberikan keterangan baru mengenai pendirian final dan sikap resmi pemerintah Pakistan di tengah kobaran isu krisis Yaman yang dipicu oleh serangan udara Saudi ke Yaman. Keterangan ini disampaikan terkait permintaan pemerintah Saudi jauh hari sebelumnya kepada Pakistan supaya bergabung dalam serangan tersebut.

Sharif menyatakan bahwa pemerintah Islamabad menyesuaikan diri dengan keputusan parlemen Pakistan yang menekankan urgensi penyelesaian krisis Yaman melalui jalur damai dan dialog, serta menolak keterlibatan Pakistan dalam serangan ke Yaman.

“Keputusan yang telah disahkan parlemen Jumat lalu telah sepenuhnya mengukuhkan prinsip-prinsip bahwa masalah Yaman harus diselesaikan melalui jalur dialog dan damai,” ujarnya, Senin sore (13/4) .

Sebagaimana dilaporkan IRNA, Sharif juga menyebutkan perihal pertemuannya Kamis lalu dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif yang berkunjung ke Islamabad.

“Kami telah berbicara dengan pihak Iran, dan kami juga telah meminta mereka supaya berusaha meyakinkan kelompok-kelompok Yaman untuk berunding satu sama lain,” ungkapnya.

Dia juga kembali melontarkan pernyataan yang sudah beberapa kali dia kemukakan sebelumnya, demi meringankan kekecewaan Saudi terhadap keputusan resmi Pakistan tersebut.

“Dalam keputusan parlemen juga telah ditegaskan bahwa jika integritas dan kedaulatan nasional Pakistan dilanggar, atau tempat-tempat suci di negara ini terancam maka Pakistan akan memberikan respon tegas di depan ancaman ini,” katanya.

Dia menambahkan, “Meskipun banyak tentara Pakistan disibukkan oleh penumpasan terorisme di dalam negeri, namun kami pastikan bahwa kami akan tetap membela integritas dan kedaulatan nasional Arab Saudi.”

Seperti diketahui, Saudi dan beberapa negara sekutunya, terutama yang tergabung dalam Dewan Kerjasama Teluk (GCC), kecuali Oman, melancarkan serangan udara ke Yaman sejak 26 Maret lalu sampai sekarang dengan sandi “Badai Mematikan” dengan dalih demi memulihkan pemerintahan Yaman yang terguling oleh revolusi rakyat yang digerakkan oleh kelompok Houthi. Hal ini menimbulkan ketegangan antara Saudi dan Iran, sebab pemerintahan Yaman terguling bersekutu dengan Saudi, sedangkan Houthi didukung Iran. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL