Beirut, LiputanIslam.com – Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah, Senin (14/5/2018), angkat bicara mengenai peristiwa serangan roket dari arah Suriah yang menerjang posisi-posisi pasukan Zionis Israel di wilayah pendudukan Dataran Tinggi Golan.

Dia menyebutkan bahwa jumlah roket yang diluncurkan dari Suriah saat itu 55 unit yang sebagian di antaranya berukuran besar, dan bahwa jika peristiwa ini digabungkan dengan peristiwa penembak jatuhan jet tempur Israel maka ini merupakan “perkembangan yang sangat penting” dan menunjukkan ketidak siapan Israel untuk perang besar.

“Sebanyak 55 roket telah ditembakkan, sebagian di antaranya berukuran besar, ke posisi-posisi pasukan pendudukan di Golan…. (Peristiwa ini) membuktikan bahwa front internal musuh tidak siap untuk perang, dan inilah yang membuatnya segera melakukan gencatan senjata… dan ini merupakan salah satu bentuk reaksi yang berkelanjutan atas agresi terhadap Suriah dan siapa yang ada di Suriah, baik tentara Suriah sendiri maupun eksistensi Iran dan siapapun di antara para sekutu,” ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa Israel tidak berani membalas serangan roket tersebut karena mengetahui beresiko mendatangkan serangan baru dari Poros Resistensi ke jantung wilayah Israel (Palestina pendudukan 1948)

Mengenai Amerika Serikat (AS) Sayyid Nassrallah menegaskan bahwa negara arogan ini kembali membuktikan bahwa apa yang dipikirkan oleh Washington hanyalah kepentingan AS dan Israel, dan sama sekali tidak mengindahkan norma kemanusiaan dan ketentuan hukum sehingga bangsa Arab sudah seharusnya tidak percaya kepada AS.

Dia juga mengecam rezim-rezim Arab Teluk karena “menyerah” kepada Israel dalam bentuknya yang “terburuk.”

“Tindakan terburuk yang dilakukan oleh sebagian negara Teluk ialah memberikan kemasan agama dan syariat pada penyerahan kepada Israel dan normalisasi hubungan dengannya,” ungkap Nasrallah. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*