الاتجاه: تفاصيل عن الطائرات الاميركية التي تقدم مساعدات لداعشBaghdad, LiputanIslam.com – Sudah lama di Irak tersiar kabar bahwa tentara Amerika Serikat (AS) diam-diam bersekongkol dengan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), namun baru sekarang laporan lebih detail tentang satu kasus di antaranya beredar di media Irak.

Berdasarkan keterangan sumber-sumber keamanan Irak kepada saluran berita TV al-Ittijah yang kemudian dikutip oleh berbagai media lain, laporan itu diawali dengan keterangan bahwa pada tanggal 2 Februari 2015 pukul 11:21 waktu setempat dua unit helikopter AS jenis Chinook terbang dari pangkalan AS di bandara internasional Baghdad menuju kawasan utara untuk menunaikan misi yang sangat terahasia.

Di pihak lain, staf komando Operasi Dajlah pada pukul 20:00 mengendus jalur gerakan dua helikopter itu di dekat desa al-Khimarah dan Danau Hamrain serta desa al-Kubaisi dan kawasan Karatapa.

Pada pukul 19.57 dua helikopter itu hilang dari pantauan radar di kawasan Khan Bani Saad, dan karena tidak ada radar pemantau penerbangan rendah maka tidak jelas apakah dua helikopter itu mendarat atau melanjutkan penerbangannya.

Pihak Irak lantas meminta staf komando Operasi Dajlah supaya menelusuri masalah, dan staf itupun lantas segera meminta pihak AS supaya memberikan penjelasan tapi ternyata tidak ada penjelasan apapun.

Informasi yang ada dari pihak Irak menyebutkan bahwa sebelum mendarat di bandara Arbil pada pukul 21.45, jejak dua helikopter itu di beberapa kawasan provinsi Diyala terpantau oleh pemerintah Irak dan di situ helikopter AS mendaratkan “gubernur” (wali) baru ISIS di Kirkuk bernama Abu Qutaibah al-Janabi.

Di sana dia sudah ditunggu dengan sebuah mobil Toyota Landcruiser berwarna hitam dengan plat nomor “Dahuk-557018”. Dengan mobil itu dia bergerak menuju jalan al-Muhafadhah di kota Arbil. Dia singgah di kawasan itu selama satu hari sebelum kemudian bergerak lagi ke Kirkuk dengan mobil yang sama.

Beberapa hari setelah al-Janabi tiba di kota Kirkuk, pasukan ISIS mulai melancarkan serangannya ke kota ini dan berhasil menguasai beberapa kawasan serta membakar beberapa instalasi minyak provinsi Kirkuk.

Sebagian pejabat Irak menuduh AS dan pasukan koaliasi yang dipimpinnya telah menerjunkan paket-paket bantuan senjata dan amunisi kepada ISIS dari udara. Mereka meminta supaya kasus ini diselidiki hingga tuntas.

Banyak kalangan di Irak yang tak sreg dengan gelagat pasukan koalisi, sebab walaupun sekarang mereka terlihat mengampanyekan perang terhadap ISIS dan sesekali menyiarkan laporan mengenai serangan mereka terhadap ISIS, namun sudah menjadi rahasia umum bahwa merekalah yang membuat gerombolan ISIS menjadi besar dan kuat seperti sekarang.

Dengan kata lain, meskipun mereka memerangi ISIS, namun target mereka hanya sebatas mengendalikan kelompok teroris ini, bukan menumpas habis. Karena itu, tak aneh jika di Irak juga tersiar laporan bahwa pernah beberapa kali ketika ISIS terdesak hebat oleh tentara dan relawan Irak tiba-tiba terjadi serangan udara terhadap pihak Irak sehingga tentara dan relawan kesulitan untuk melanjutkan gempurannya terhadap ISIS.

Ketika serangan itu diprotes, dengan entengnya AS beralasan salah sasaran karena sulit membedakan mana pihak Irak dan mana pihak ISIS, alasan yang dinilai oleh jenderal tersohor Iran, Qassem Soleimani, tak masuk akal dalam dunia militer. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL