Paris, LiputanIslam.com –  Pangeran Saudi Waleed Bin Talal Bin Abdulaziz Al-Saud sudah ditahan di Saudi sejak empat hari lalu. Sebelumnya, berbagai pihak di luar negeri sudah menasehatinya supaya mewaspadai da mengantisipasi perangai Putera Mahkota Mohammad Bin Salman yang menganggapnya sebagai lawan dalam pergesekan di tubuh Kerajaan.

Bin Talal selama ini tampak tidak berminat dalam persaingan perebutan tahta, namun Bin Salman terusik oleh berbagai postingannya di media sosial Twitter karena cuitannya mendapat perhatian dari media internasional yang juga mencitrakannya sebagai pengusaha sukses level dunia yang masuk dalam 10 besar orang terkaya sejagad.

Hubungan Bin Salman dengan Bin Talal mulai tak nyaman setelah Bin Talal belakangan ini meragukan tujuan di balik “Visi 2030” yang digadang Bin Salman sebagai cakrawala dan pilar ekonomi untuk masa depan Saudi demi mengurangi kebergantungan negara ini kepada pendapatan minyak. Bin Talal terang-terangan menyatakan keraguannya dalam berbagai forum di dalam maupun di luar negeri.

Sebelumnya, Bin Talal menyambut baik dan memuji visi itu, dan dia sendiri juga selalu menekankan investasi di luar perminyakan, tapi belakangan dia malah mengkritisinya dalam berbagai forum dan mengaku heran pada kebijakan politik yang justru mengalahkan kebijakan investasi untuk mengaktifkan visi tersebut.  Dia juga termasuk salah satu pangeran senior yang menuntut transparansi mutlak untuk pastisipasi dalam aktivasi visi itu.

Bin Talal mendapat peringatan keras ketika sejumlah media memublikasi putusan hukum terhadapnya pada Januari lalu dan menyebutkan bahwa dia diasingkan dari tugas kenegaraan serta dilarang bepergian keluar negeri karena enggan memenuhi dana yang diminta kepadanya.

Bin Salman semula berharap Bin Talal bisa berperan sebagai tangan kanannya di bidang ekonomi dengan asumsi bahwa partisipasi Bin Talal di semua proyek bisa menjadi jaminan bagi para investor domestik dan mancanegara.

Betapapun demikian, persiteruan yang lebih nyata Bin Talal dengan Putera Mahkota Saudi terjadi ketika Bin Talal bersikukuh supaya Pangeran Mohammad Bin Nayef yang sedang menjalani tahanan paksa dihadirkan di depan para pangeran lain untuk didengar keterangannya; apakah dia meletakkan statusnya sebagai putera mahkota dengan suka rela ataukah akibat tekanan terhadapnya.

Bin Talal bukanlah sosok karib bagi Bin Nayef. Dia bahkan meminta Bin Nayef agar bermufakat dengan seluruh keluarga kerajaan mengenai keinginannya supaya “tradisi kerajaan tetap dilestarikan”. Bin Talal meminta demikian supaya keluarga kerajaan tidak terjerumus pada situasi panas dan aksi saling jegal.

“Kita bukan Suriah ataupun Libya sehingga kita saling jegal, dan kita juga bukanlah revolusi yang menelan anak-anaknya sendiri,” ungkap Bin Talal dengan nada marah di depan para pangeran Saudi, seperti ditirukan oleh sejumlah sumber.

Sumber-sumber terpercaya mengatakan bahwa pihak-pihak intelijen Barat sudah mengingatkan Bin Talal karena sepupunya yang bernama Mohamad Bin Salman itu sudah menjadi “Raging Bull” atau sapi ‘kesurupan’ dalam ambisinya untuk meraih tahta sehingga menerabas semua tradisi.

Namun, Bin Talal rupanya mengabaikan peringatan itu meskipun dia melihat sendiri apa yang terjadi pada Bin Nayef yang juga saudara sepupunya. Dia merasa aman dari segala resiko karena semua orang memandangnya tidak berambisi merebut tahta. Tapi sayang, anggapannya itu meleset dan sekarang dia terkurung di istana pamannya, Raja Salman Bin Abdulaziz, bersama para emir lainnya.

Bin Salman menuduh Bin Talal melakukan praktik pencucian uang. Bin Salman mengetahui Bin Talal tidak mungkin bisa dijerat dengan tuduhan mengakuisisi uang negara karena tidak menduduki jabatan resmi yang memungkinkannnya untuk menjamah dan menggelapkan anggaran negara, tak seperti para pengeran lain yang juga ditangkap, tapi Bin Salman ingin menjeratnya dengan tuduhan menggunakan dana yang didapat oleh para pangeran lain dari anggaran negara sebagai modal usaha. (mm/rayalyoum)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL