AS dan sekutunyaWashington, LiputanIslam.com – Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pentagon, beberapa waktu lalu merilis daftar negara dunia disebutnya terlibat dalam koalisi pimpinan AS anti kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Hingga kini belum ada keterangan rinci mengenai tingkat keterlibatan negara-negara itu dalam operasi militer di Irak dan Suriah, dan pemerintah banyak negara yang tercatat dalam daftar itu belum menyatakan sikapnya mengenai ketercatatan itu.

Sejak 10 September lalu Presiden AS Barack Obama mulai berkampanye soal stragedi “pelemahan hingga akhirnya pemusnahan” ISIS. Sejauh ini baru Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) yang secara resmi menyatakan terlibat dalam operasi militer anti ISIS di Suriah, sedangkan negara-negara Barat sekutu AS baru sebatas ikut berperan di Irak dan belum siap terlibat dalam serangan di Suriah.

Menhan AS Chuck Hagel dalam jumpa pers bersama sejawatnya dari Perancis, Jean-Yves Le Drian, Kamis lalu mengatakan kedua pihak akan membahas soal aksi militer bersama di Suriah, namun Le Drian sendiri enggan berkomentar soal ini.

Rusia yang ikut menghadiri konferensi Paris untuk penggalangan koalisi tersebut tidak tercatat dalam daftar itu.

Dalam daftar negara peserta koalisi anti ISIS tercatntum nama negara-negara anggota Uni Eropa, Liga Arab dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Dalam statemen Pentagon disebutkan bahwa semua negara itu memiliki satu tujuan bersama dan telah memberikan kontribusi dalam rangka ini.

Sebagaimana dilansir Washington Post, negara-negara yang terdaftar sebagai peserta koalisi anti ISIS ialah sebagai berikut:
Negara-negara pemberi dukungan operasi udara dan peralatan militer: AS, Kanada, Irak, Jordania, Bahrain, Arab Saudi, UEA, Perancis, Jerman, Inggris, Australia, Belgia, Denmark, Italia, Cechnya, Albania, Nederland, Estonia, Hungaria, Turki, dan Lebanon.

Negara-negara pemberi bantuan kemanusiaan: Swedia, Kuwait, Swiss, Jepang, Austia, Selandia Baru, Korea Selatan, Irlandia, Spanyol, Slovakia, Norwegia, Luxemburg, dan Qatar.

Negara-negara yang menunjukkan ekspresi dukungan: Bulgaria, Mesir, Finlandia, Georgia, Yunani, Israel, Kosovo, Oman, Polandia, Kroasia, Romania, Singapura, dan Taiwan.

Negara-negara suporter koalisi: Andorra, Bosnia, Lithuania, Macedonia, Malta, Mexico, Moldova, Morocco, Portugal, Serbia, Slovenia, Tunisia and Ukraine.

Suporter non-negara: Liga Arab dan Uni Eropa. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL