Moskow, LiputanIslam.com –  Serangan udara pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi yang menewaskan puluhan korban jiwa siswa sekolah dasar di provinsi Sa’dah, Yaman, membangkitkan lagi pertanyaan mengenai jumlah korban jiwa warga sipil dalam serangan pasukan itu ke Yaman sejak Maret 2015 sampai sekarang.

Pernyataan ini mengemuka tentu karena tidak mudah untuk mendapatkan angka yang akurat akibat buruknya situasi yang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan disebut “krisis kemanusiaan terburuk di dunia.” Namun demikian, Wakil Komisaris Tinggi HAM PBB (OHCHR) Kate Gilmore dalam pernyataannya di depan Dewan HAM pada Maret lalu memastikan bahwa serangan udara pasukan koalisi Arab merupakan penyebab utama terbunuhnya warga sipil di Yaman.

Gilmore menyebutkan bahwa OHCHR mencatat sebanyak 6100 warga sipil, termasuk 1491 anak kecil, terbunuh di Yaman, sedangkan 9683 lainnya luka-luka sejak Saudi dan sekutunya menginvasi Yaman pada Maret 2016. Tapi dia menambahkan bahwa jumlah yang sebenarnya jauh lebih besar daripada jumlah yang tercatat.

Dewan Hubungan Luar Negeri (Council on Foreign Relations/CFR) menyebutkan bahwa jumlah korban tewas dalam perang Yaman sejak Maret 2015 sampai sekarang mencapai 16.000 orang.

Mengenai pelanggaran terhadap anak anak, PBB dalam laporannya yang berjudul “Anak Kecil dan Konflik Bersenjata” yang dirilis oleh Sekjen PBB pada Mei lalu mencatat 552 anak meninggal dan 764 anak luka-luka di Yaman pada tahun lalu, yang sebagian besar adalah akibat serangan udara Saudi dan sekutunya.

Namun, organisasi Save the Children mengecam laporan itu dan menilai angka tersebut terlalu minim dibanding jumlah yang sebenarnya.

Pasukan koalisi Arab juga kerap mendapat kecaman keras dari para aktivis HAM. Humat Right Watch (HRW), misalnya, dalam laporan tahun 2017 mengecam berlanjutnya tindakan koalisi itu menggunakan bom-bom curah yang dilarang oleh PBB.

HRW mencatat bahwa pada tahun 2017 Saudi dan sekutunya telah melancarkan 85 serangan udara yang “tampaknya ilegal” dan menyebabkan jatuhnya 1000 korban jiwa sipil serta menimpa banyak rumah warga, pasar, rumah sakit, sekolah, dan masjid sehingga sebagian di antaranya “bisa jadi merupakan kejahatan perang.”  (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*