TelAviv, LiputanIslam.com –  Mengenai kemungkinan Amerika Serikat (AS) pada hari ini Senin (8/4/2019) mengumumkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris, website Debka menyebutkan beberapa konsekuensi serius keputusan itu bagi kawasan Timur Tengah.

Laman intelijen militer Israel ini, Sabtu (6/4/2019), menyatakan bahwa konsekuensi dan dampak keputusan itu akan terlihat di Timur Tengah, terutama di Suriah dan Irak, dan merupakan pertama kalinya dalam sejarah di mana sebuah lembaga militer suatu “negara asing” dinyatakan sebagai organisasi teroris sehingga Iran segera meresponnya dengan ancaman langsung terhadap AS, baik terkait dengan pasukan keamanan maupun tentara AS secara keseluruhan.

Situs intelijen Israel ini menduga kuat bahwa pasukan AS akan menyerang IRGC yang tersebar di Timur Tengah, terutama di Irak dan Suriah, dan ini akan mempengaruhi ekonomi dan ekspor minyak Iran sehingga yang menjadi target juga sektor ekonomi, bukan hanya politik atau militer.

Debka menyebutkan bahwa jika AS jadi menyetujui rencana itu maka bank-bank Irak dan Eropa akan terpengaruh, terutama mereka yang berurusan dengan mitra-mitranya dari Iran, demikian pula orang-orang secara individu menjalin transaksi dengan Teheran.

Terkait dengan Israel, Debka menilai keputusan itu akan meningkatkan serangan Israel terhadap pasukan Iran di Suriah, termasuk kemungkinan perluasannya ke daerah-daerah di Irak barat dengan alasan bahwa beberapa kelompok milisi Syiah pendukung Iran berkonsentrasi di kawasan ini.

Jumat lalu surat kabar Wall Street Journal mengutip keterangan sumber-sumber terpercaya bahwa AS bermaksud mencatumkan IRGC dalam daftar organisasi teroris. Laporan ini segera mendapat tanggapan keras dari IRGC dan pemerintah Iran. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*