NewYork, LiputanIslam.com –  Wakil Mesir di Dewan Keamanan PBB Amr Abul Ata menjelaskan alasan mengapa pihaknya abstein dalam voting draf resolusi yang menyudutkan pemerintah Suriah dan telah diveto oleh Rusia dan Cina serta disikapi dengan abstein pula oleh Ethiopia dan Kazakhstan.

Abul Ata Selasa 28 Februari lalu menyebut draf resolusi mengenai dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah itu tidak didukung bukti dan argumentasi kuat untuk menyudutkan Damaskus sehingga bertolak belakang dengan retorika yang mengemuka.

Dia menjelaskan bahwa adanya kekurangan dalam pembuktian dan argumentasi telah membuat draf itu sia-sia, sementara Mesir hanya akan mendukung sanksi terhadap pihak yang terbukti menggunakan senjata kimia terhadap rakyat Suriah.

“Kami terkejut terhadap kebersikerasan untuk memajukan draf sanksi terhadap pemerintah Suriah, padahal draf resolusi ini mengandung tuduhan-tuduhan yang tidak faktual bagi banyak orang dan lembaga sehingga Mesir abstein dalam voting untuk resolusi Dewan Keamanan,” katanya.

Dia juga menegaskan, “Kami mengritik pengajuan tuduhan secara semena-mena dan kami menyatakan prihatin atas pengajuan draf resolusi yang cacat.”

Para aktivis di media sosial menilai pernyataan wakil Mesir di Dewan Keamanan PBB ini membangkitkan kejengkelan Arab Saudi. (mm/alalam/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL