Sanaa, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Yaman pada pemerintahan “Penyelamatan Nasional” Hisham Sharaf mengatakan Iran menolak permohonan resmi  yang diajukan oleh pemerintahan pimpinan Abdel-Aziz bin Habtour ini kepada Teheran supaya Iran memberikan bantuan rudal anti jet tempur.

Seperti dikutip al-Alam, Sabtu (20/5/2017), dalam wawancara dengan mingguan Jerman Der Spiegel Hisham Sharaf mengaku pihaknya telah meminta kepada Kuasa Usaha Iran di Sanaa, ibu kota Yaman, bantuan sebanyak 12 rudal khusus anti jet tempur untuk menjatuhkan jet-jet tempur Arab Saudi. Namun, pejabat Iran menolak permohonan ini dan menyatakan Iran tak dapat membantu pemerintahan Yaman tersebut dengan alasan bahwa Iran tidak akan mencampuri urusan internal negara-negara jirannya.

Sharaf menepis adanya kerjasama atau komunikasi  mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh dan milisi Ansarullah (Houthi) dengan Iran. Dia menantang Amerika Serikat dan Saudi supaya memaparkan gambar-gambar atau dokumen yang menunjukkan keberadaan orang Iran di Yaman.

Di sisi lain, Sharaf mengatakan bahwa setelah Sanaa jatuh ke tangan Ansarullah dan sekutunya, Saudi justru mengirim pesawat khusus untuk membawa lari presiden tersingkir Abd-Rabbuh Mansour Hadi ke Saudi untuk menggalang kekuatan anti Ansarullah, tapi Saleh menentang tindakan Saudi tersebut dan menuntut solusi politik yang melibatkan semua komponen Yaman, termasuk Ansarullah.

Sharaf mengaku melihat langsung bagaimana sikap Saleh itu membangkitkan kegusaran delegasi Saudi sehingga delegasi ini pergi tanpa menghasilkan kesepakatan, dan ini pula yang membuat keduanya bermusuhan.  (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL