Manama, LiputanIslam.com – Inggris resmi membuka pangkalan militernya di Bahrain, dan dengan demikian Inggris memiliki pangkalan militer untuk pertama kalinya di Timteng selama empat dekade terakhir.

Laman Kedubes Inggris untuk Bahrain, Jumat (6/4/2018), melaporkan bahwa pangkalan militer itu dibuka pada Kamis lalu setelah tiga tahun penandatanganan perjanjian Inggris dengan Bahrain untuk pengadaan pangkalan tersebut dengan dana sekira 23 juta US$.

Laman itu menambahkan bahwa pangkalan ini “akan memainkan peranan sentral dalam mendukung kemampuan misi  Britania Raya di kawasan, dan akan menjadi pusat operasi maritimnya di Teluk Persia, Laut Merah, dan Samudera Hindia.”

Seperti dilansir laman itu, Menhan Inggris Gavin Williamson mengatakan bahwa keberadaan Inggris di Bahrain “akan memainkan peranan sentral dalam pelestarian keamanan Inggris dan penjagaan keamanan Teluk (Persia).”

Pada akhir tahun 2014 London dan Manama meneken perjanjian yang memperkenankan Inggris mendirikan pangkalan untuk “memperkuat kerjasama mengantisipasi ancaman” di kawasan.

Inggris menarik pasukannya dari pangkalan-pangkalan di Teluk Persia pada tahun 1971 dalam kerangka keputusannya untuk keluar dari “Suez Timur”, dan sejak saat itu baru sekarang Inggris kembali memiliki pangkalan militer permanen lagi di Timteng.

Keputusan Bahrain tersebut tak lepas dari kondisinya yang kerap dilanda gelombang unjuk rasa rakyat secara besar-besaran yang menuntut reformasi politik sejak tahun 2011, dan pemerintah negara ini menuding Iran berada di balik unjuk rasa.

Inggris menempatkan 300 personil militer dan sipil di pangkalan militer tersebut, namun jumlah itu dapat bertambah sampai 550 personil pada momen-momen tertentu.

Kedubes Inggris menyebutnya “pangkalan strategis Suez Timur bagi Britania Raya serta negara-negara sekutu dan mitranya dalam koalisi” internasional untuk memerangi kelompok-kelompok ekstrem di kawasan. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*