Sanaa, LiputanIslam.com –  Ketua Dewan Tinggi Revolusi Yaman Mohammad Ali al-Houthi yang berasal dari kelompok Ansarullah (Houthi) menyatakan pihaknya “akan mengubah strategi militer dan politik” dalam menghadapi Arab Saudi dan sekutunya.

Melalui halaman Twitternya, Rabu (18/4/2018), dia menyatakan; “Jika agresor Amerika-Saudi dan para sekutunya masih melanjutkan penyiapan perang baru sebagaimana dikatakan oleh utusan (PBB untuk Yaman, Martin Griffiths) yang meliputnya maka apa yang  dinyatakan oleh pemimpin revolusi, Abdel Malik al-Houthi akan siap, dan mereka telah mengetahui kemampuan reaksi, dan dengan izin Allah semua strategi militer dan politik kami akan berubah.”

Pernyataan ini merupakan tanggapan resmi pertama atas pernyataan Griffiths di depan Dewan Keamanan pasca pelantikannya. Saat itu Griffiths menilai “positif” sikap Ansarullah dewasa ini, termasuk menyangkut jangka waktu negoisiasi, dan Ansarullahpun menyebutnya “kesempatan untuk melanjutkan penghancuran bangsa Yaman dengan blokade, penghentian gaji, dan pembantaian sehari-hari.”

Ansarullah menyayangkan sikap Griffiths dan menilainya “tidak menyentuh negara-negara yang mengobarkan dan terus meningkatkan perang dan ancaman.”

Abdel Malik al-Houthi beberapa waktu lalu menyebut tahun ini sebagai tahun ruidal balistik bagi Saudi dan para sekutunya.

Rabu sore kemarin Ansarullah mengaku telah meluncurkan rudal balistik Badr 1 dengan sasaran bandara Jizan di Saudi selatan.  (mm/rayalyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*