Damaskus, LiputanIslam.com – Pemerintah Suriah mengingatkan Rezim Zionis Israel bahwa semua opsi masih tersedia untuk pembebasan Dataran Tinggi Golan, wilayah strategis yang diduduki Israel sejak lebih dari lima dekade silam.

Peringatan keras itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Muallem dalam jumpa pers bersama rekannya dari Venezuela, Jorge Arreaza, di Damaskus, Kamis (4/4/2019), sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Suriah, SANA.

Muallem menegaskan bahwa Suriah bertekad penuh untuk membela kedaulatannya dan membebaskan “setiap inci” tanahnya, yang sejak tahun 2011 dilanda krisis pemberontakan dan terorisme yang didalangi oleh AS, Israel dan sekutu mereka di Timteng dengan tujuan menggulingkan pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

“Setiap inci wilayah Suriah yang diduduki akan dibebaskan. Suriah dengan segala cara akan membebaskan wilayah pendudukan Golan, dan semua pilihan ada di atas meja. Israel jangan beranjak terlalu jauh. Kami memiliki kemauan dan tekad,” tegasnya.

Muallem mengecam AS karena telah menjadi satu-satunya negara di dunia yang mengakui Dataran Tinggi Golan Suriah sebagai “wilayah Israel”.

Meski demikian, Muallem meremehkan dampak perubahan kebijakan dramatis Washington terkait dengan Golan itu, dan menyebutnya hanya akan menghasilkan “efek tunggal,” yang selanjutnya “isolasi” bagi AS. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*