bin salman saudiLondon, LiputanIslam.com – Koran Inggris, Independent, Sabtu (9/1) menyebut Wakil Putera Mahkota dan Menteri Pertahanan Arab Saudi Mohammad Bin Salman sebagai orang yang sangat agresiv, ambisius dan paling berbahaya di dunia.

Dalam artikel yang tulis oleh Bill Law, Independent menilai Salman sebagai menteri pertahanan termuda di dunia, haus kekuasaan, mengundang banyak musuh di dalam dan di luar negeri, dan telah menjerumuskan negaranya ke dalam “perang brutal di Yaman yang tak berkesudahan.”

“Saudi sekarang masuk dalam pergumulan berbahaya dengan musuh regionalnya, Iran, dipimpin oleh orang yang terlihat sangat terburu-buru untuk menjadi pemimpin terkuat di Timur Tengah,” tulis Law.

Law menyinggung riwayat Mohammad Bin Salman yang dimulai dengan keberadaannya di bursa saham dan properti saat dia masih remaja dan belum menyelesaikan kuliahnya di bidang hukum di dalam Saudi, dan saat itu dia sudah menumpuk kekayaan yang luar biasa.

Namun demikian,menurut Law, kekuasaannya bersumber bukan pada uang, melainkan pada kedudukan ayahnya, Salman. Ketika naik tahta pada Januari 2015, Salman sudah sakit sehingga banyak bergantung pada anaknya. Pada usia 79 tahun, Salman dikabarkan menderita demensia yang membuatnya hanya mampu berkonsentra beberapa jam dalam sehari. Akibatnya, segala sesuatu di tangani oleh Bin Salman sehingga Bin Salman menjelma menjadi kekuatan besar dan nyata dalam kerajaan.

Law melanjutkan bahwa Bin Salman menjadi demikian hanya dalam kurun waktu beberapa bulan setelah ayahnya bertahta. Dia diangkat sebagai menteri pertahanan, memimpin perusahaan energi nasional Aramco serta Dewan Ekonomi dan Pembangunan yang bersaing dengan semua kementerian. Dia juga dipercaya untuk mengemban tanggungjawab di lembaga dana investasi publik Kerajaan. Kemudian, meskipun dia disebut sebagai wakil putera mahkota, tapi kenyataannya dia berkuasa atas Putera Mahkota Mohammad Bin Nayef yang menjabat sebagai menteri dalam negeri dan merupakan saingan Bin Salman.

Menurut Law, Perang Yaman merupakan petualangan Bin Salman untuk menegaskan rivalitasnya terhadap Bin Nayef.

“Kehati-hatian Saudi yang sudah berjalan sekian dekade telah dihamburkan ke udara manakala Bin Salman memimpin operasi Badai Mematikan. Saat itu harus terlihat baik ide bahwa seorang anak muda raja yang ambisius memimpin perang melawan pemberontakan di negara jiran yang bermasalah di selatan. Dukungan Iran kepada pemberontakan membuat petualangan itu lebih menarik. Militer Saudi dipenuhi senjata baru senilai miliaran dolar. Bin Salman memiliki saingan tua yang tangguh dan menjabat menteri dalam negeri. Bin Salman ingin membuktikan kegagah beraniannya, baik kepada saingannya maupun pendukungnya sendiri. Dia ingin segera menentukan kemenangan untuk mengokohkan kedudukannya sebagai pemimpin militer yang akan menempatkannya pada posisi seperti kakeknya, Ibnu Saud, prajurit besar raja dan pendiri Arab Saudi modern,” papar Law.

Dia menambahkan bahwa Bin Salman telah mengabaikan fakta bahwa milisi Houthi sebenarnya justru merupakan pelindung bagi Saudi di depan ancaman nyata kelompok teroris Al-Qaeda di Semenanjang Arab (AQAP). Dia juga tampak sangat bernafsu mengalahkan Houthi. Dia lupa bahwa Houthi pernah mengusir pasukan Saudi pada tahun 2009, yaitu ketika pasukan Saudi menguasai pantai Laut Merah.

“Sampai sekarang Operasi Badai Mematikan tidak menghasilkan apa-apa. Perang telah berlangsung hampir satu tahun, menyebabkan penderitaan yang tak terbatas kepada orang-orang Yaman. Dalam pemboman udara yang dilakukan secara intensif, banyak infrastruktur Yaman hancur sedangkan Houthi tetap menantang mengendalikan ibu kota, Sanaa, dan sebagian wilayah utara. Di selatan, AQAP telah memiliki sebuah lapangan terbuka. Betapapun demikian, Bin Salman bersumpah untuk melanjutkan, bertekad untuk mengebom Houthi,” ungkap Law.

Law menyebutkan bahwa pada musim panas tahun lalu telah beredar luas surat dari orang-orang dalam keluarga kerajaan yang mengecam “kecongkakan Sang Pangeran Muda” dan bahkan menyerukan penyingkirannya melalui ayahnya dan Mohammad bin Nayef, tapi seruan ini sia-sia. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL