Kairo, LiputanIslam.com –   Presiden Mesir Abdel Fatah el-Sisi mengakui negaranya telah menandatangani kesepakatan senilai US$ 15 miliar dengan sebuah perusahaan Israel untuk memasok gas alam.

Dia bahkan menyebut Mesir telah “mencetak gol” dengan adanya kesepakatan yang, menurutnya, akan membantu mengubah Mesir menjadi pusat energi regional.

“Dengan mengambil keputusan ini, kami mencetak gol besar,” katanya, Kamis (21/2/2018).

Pernyataan el-Sisi ini menjadi komentar tingkat tinggi pertama pemerintah Kairo mengenai kesepakatan yang memicu kontroversi di media sosial tersebut.

“(Kesepakatan ini) memiliki banyak keuntungan bagi kita,” imbuhnya, sembari berharap orang lain percaya kepada pernyataan ini.

Dia menambahkan bahwa meski demikian pemerintah Mesir tidak terlibat secara langsung dalam kesepakatan ini, melainkan sebatas “memberikan beberapa hal untuk mencapai kesepakatan ini.”

Delek Drilling dan mitranya dari Amerika Serikat, Noble Energy, Senin lalu meneken kesepakatan penjualan gas sebanyak 64 miliar meter kubik untuk periode 10 tahun kepada perusahaan Mesir Dolphinus Holdings.  Gas itu diharapkan mulai mengalir tahun depan.

Sebelum el-Sisi angkat bicara tentang ini, Abdel Hamid Kamal, anggota parlemen Mesir, Rabu, mendesak supaya Menteri Perminyakan negara ini dipanggil untuk memberikan penjelasan menyusul pernyataan Israel mengenai adanya kesepakatan tersebut. Dia menilai kesepakatan ini berbahaya bagi perekonomian Mesir.

Kamal dalam suratnya kepada ketua parlemen menyoal kegiatan sebuah perusahaan Mesir yang menjalin kesepakatan dengan perusahaan Israel karena tidak mungkin kesepakatan itu dijalin tanpa sepengetahuan pemerintah Kairo.

Kamal juga menyatakan kekuatirannya bahwa kesepakatan itu akan menyebabkan tertundanya berbagai proyek strategis Mesir di bidang energi serta berdampak pada ladang-ladang gas serta eksplorasi gas baru.

“Kami terkejut atas pengumuman Perdana Menteri Israel (Benjamin Netanyahu) mengenai adanya kesepakatan antara perusahaan Tamar dan Leviathan milik Israel di satu pihak dan perusahaan Dolphinuz milik Mesir di pihak lain untuk ekspor 64 miliar meter kubik senilai US$ 15 miliar ke Mesir untuk jangka waktu 10 tahun, sebagaimana dinyatakan Netanyahu melalui televisi,” ungkap Kamal. (mm/abcnews/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*