Riyadh, LiputanIslam.com –  Imam dan khatib Masjidil Haram, Mekkah al-Mukarromah, Arab Saudi, Syeikh Saud al-Shuraim berkomentar mengenai polemik yang berkembang di jejaring sosial Twitter mengenai pengharaman ucapan belasungkawa atas wafatnya aktor ternama Kuwait Abdulhussain Abdulredha.

Melalui akun Twitternya, Syeikh al-Shuraim, Senin (14/8/2017), menyebutkan bahwa “rahmat Allah sangatlah luas” sehingga orang yang bermaksud menghalanginya pada seseorang “maka dia telah menggugat Allah Azza wa Jalla yang memberikan rahmat kepada manusia.”

“Barangsiapa berharap rahmat Allah melimpah untuk seseorang tapi tidak untuk orang lain maka dia telah menggugat Pemberinya yang berfirman ‘Dan rahmatku meliputi segala sesuatu (QS. 7.156),’ dan sesungguhnya salah satu tempatnya adalah kebajikan; ‘Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik (QS. 7. 56),’” tulis Syeikh al-Shuraim.

Cuitan Imam Masjidil Haram ini merupakan pernyataan sikap terhadap seorang da’i  Saudi Syeikh Ali al- Rubaie yang sedemikian sentimen terhadap mazhab Syiah sehingga mengharamkan belasungkawa dan doa ampunan untuk Abdulhussain Abdulredha karena bermazhab Syiah.

Beberapa jam setelah Abdulredha meninggal dunia dini hari Sabtu lalu, al-Rubaie di Twitter menyatakan, “Tidak boleh bagi seorang Muslim berdoa untuk Abdulhussain Abdulredha karena dia adalah seorang Rafidhi (Syiah) berdarah Iran yang telah meninggal dalam keadaan sesat, dan Allah sungguh telah melarang umat Islam mendoakan rahmat dan ampunan bagi orang-orang musyrik.”

Pernyataan ini tak pelak membangkitkan gelombang amarah dan kecaman dari banyak pengguna Twitter Arab.

Dilaporkan bahwa Kementerian Kebudayaan dan Informasi Saudi menyatakan bahwa kasus al-Rubaie tersebut telah dilimpahkan kepada Komisi Penyimpangan Penyiaran karena  dinilai telah melakukan pelanggaran hukum melalui pernyataan di Twitter. Al-Rubaie sendiri telah menghapus postingannya tersebut setelah mendapat kecaman luas dari sesama pengguna Twitter.

Senin lalu Al-Rubaie mengaku siap diinterogasi oleh Komisi Penyimpangan Penyiaran atas pengharaman belasungkawa untuk aktor Kuwait tersebut. Dia mengaku siap berhenti menulis jika terbukti bersalah, namun juga menyatakan keberatan dianggap melakukan pelanggaran undang-undang percetakan dan penyiaran karena hanya sekedar menulis di Twitter dan tidak memiliki media penyiaran.

Sabtu lalu Kuwait menyiarkan berita meninggalnya Abdulridha di sebuah rumah sakit di London, Inggris, pada usia 78 tahun, akibat komplikasi yang dideritanya. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL