Kairo, LiputanIslam.com –   Imam Besar Al-Azhar Syeikh Ahmad al-Tayeb, Jumat (8/9/2017), merilis statemen berisi seruan kepada warga Muslim Rohingya di Myanmar agar melawan kezaliman dan penindasan yang menimpa mereka.

“Kami mengatakan kepada saudara-saudara kami di Burma (Myanmar), teguhlah kalian dalam menghadapi serangan brutal ini, kami bersama kalian dan tidak menelantarkan kalian, dan Allah adalah Penolong kalian,” tegasnya.

Syeikh Ahmad al-Tayeb mengingatkan bahwa kecaman dan seruan saja seperti yang dilakukan oleh berbagai lembaga internasional tidaklah cukup di depan “pembantaian massal” terhadap warga Muslim Rohingya.

“Kami yakin bahwa lembaga-lembaga internasional ini akan mengambil sikap yang berbeda dan lebih solid dan cepat seandainya sekelompok warga itu adalah kaum Yahudi, atau Kristen, atau Budha, atau penganut agama non-Islam lainnya,” kecam Syeikh al-Tayeb.

Imam Besar al-Azhar kemudian menegaskan bahwa bertolak dari tanggungjawab agama dan kemanusiaan maka pihaknya tidak akan diam berpangku tangan menyaksikan pelanggaran HAM. Karena itu “al-Azhar al-Syarif  akan memimpin gerakan kemanusiaan di level Arab, Islam, dan internasional untuk menghentikan pembantaian ini.”

Dia juga menegaskan bahwa al-Azhar menyerukan kepada semua organisasi internasional dan lembaga peduli HAM agar menyikapi para pelaku kejahatan terhadap minoritas Muslim Rohingya di Myanmar sebagaimana mereka menyikapi para penjahat perang.

Sumber-sumber yang berafiliasi dengan PBB beberapa hari lalu menyatakan bahwa kekerasan terhadap warga Muslim Rohingya sampai 31 Agustus lalu telah menyebabkan 38,000 warga etnis ini mengungsi dan masuk ke wilayah Bagladesh. (mm/nmisr)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL